Angka Kematian Bayi di Tuba Menurun, Kelahiran Naik

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Angka kematian bayi di Tulangbawang (Tuba) mengalami penurunan. Berdasarkan data yang dihimpun radarlampung.co.id dari Dinas Kesehatan (Diskes) Tulangbawang, angka kematian bayi (AKB) tahun 2019 sebanyak 29 kasus dari 8.503 kelahiran hidup.

Pada tahun 2020, jumlah tersebut mengalami penurunan. Sampai dengan awal Desember 2020 tercatat hanya 12 kasus kematian bayi dari 8.792 kelahiran hidup.

Dari data tersebut juga diketahui jika angka kelahiran di Tulangbawang mengalami kenaikan sebanyak 289. Dari 8.503, menjadi 8.792.

Sementara itu, angka kematian ibu (AKI) saat melahirkan stagnan atau tetap. Pada tahun 2019 terdapat 4 kasus kematian dari 8.503 kelahiran hidup. Sementara, sampai dengan awal Desember 2020 angka kematian ibu tetap dengan 4 kasus. Namun angka kelahiran hidup naik menjadi 8.792.

Baca Juga:   Hasil Evaluasi, Pesta Hajatan dan Jabatan Tangan Tetap Dilarang

Pemkab Tulangbawang melalui Dinas Kesehatan setempat mengimbau para perempuan yang tengah hamil agar betul-betul memperhatikan asupan gizi untuk dirinya dan bayi yang di kandungnya.

Mereka juga diminta untuk rajin melakukan kontrol kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, polindes, rumah sakit, klinik, bidan praktek mandiri maupun dokter atau dokter spesialis.

Baca Juga:   Tega, Bayi dengan Tali Pusar Ditemukan Tergeletak Dalam Keranjang Anyaman

Di samping itu, Pemerintah Daerah juga mengingatkan untuk terus menerapkan 3M sebagai bagian dari disiplin protokol kesehatan harus benar-benar ditegakkan. Yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir serta menjaga jarak aman.

“Jangan takut pergi ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan kandungan. Kontrol kandungan sangat penting untuk memastikan ibu hamil tetap sehat dan bayi yang dikandungnya juga dalam keadaan sehat,” ungkap Kepala Diskes Tulangbawang Fatoni kepada radarlampung.co.id, Selasa (26/1).

Baca Juga:   Mantan Kadisdik Tuba Akhirnya Ditahan Kejari

Fatoni menjelaskan, berbagai macam langkah telah dan akan terus dilakukan untuk bisa menekan angka kematian ibu melahirkan maupun bayi baru lahir. Di antaranya pemberdayaan masyarakat hingga optimalisasi peran para kader kesehatan dalam mengajak para ibu hamil agar peduli terhadap kesehatannya.

“Pendampingan ibu hamil selalu kita lakukan, termasuk yang beresiko tinggi. Ibu Bupati (Winarti) juga konsen terkait hal ini dengan mengeluarkan beberapa program untuk menekan AKI dan AKB melalui 25 program BMW (Bergerak Melayani Warga),” tandasnya. (nal/sur)



  • Bagikan



Kasus Covid-19 Kembali Merangkak Naik Viral Polisi Terlantar di Merak, Brigadir Agus Dijemput Pulang Polda Lampung Diduga Bunuh Diri, Pemuda Nekat Tabrakkan Diri ke Kereta