Angkat tentang Entrepreneurship, Workshop Photograpgy Kelas Minat Korek Kunci Sukses Rizaldi Adrian

  • Bagikan
Owner Wira Garder Lampung memaparkan kiat entrepreneurship dalam workshop Photograpgy yang digelar Kelas Minat bekerjasama dengan Zetizen Radar Lampung, Kamis (12/11). FOTO ARI SURYANTO/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.IDEntrepreneurship. Satu kata ini dalam satu dekade terakhir akrab terdengar. Di ruang privasi hingga ruang publik. Seperti seminar, workshop, dan lain sebagainya. Tujuannya: menumbuhkan semangat kewirausahaan, semangat mandiri!

Secara garis besar entrepreneurship adalah suatu proses penerapan inovasi dan kreativitas menciptakan sesuatu yang memiliki nilai. Dengan ditopang kemampuan menghadapi tantangan hidup dengan cara melihat peluang dari berbagai resiko demi mencapai pertumbuhan.

Di kesempatan workshop yang digelar komunitas Kelas Minat, Kamis (12/11), pengusaha sukses Rizaldi Adrian menuturkan, entrepreneurship merupakan upaya untuk menciptakan suatu nilai melalui sebuah proses.

Dan, yang sangat digarisbawahinya, untuk menjadi seorang entrepreneur jangan terlalu cemas memikirkan aset dan omset. Sebab, kata dia, suatu saat aset maupun omset bisa saja jatuh.

Namun, pria yang juga anggota DPRD Bandarlampung itu menekankan, hal paling utama menumbuhkan jiwa entrepreneurship adalah menumbuhkan keinginan bagaimana menjadi orang bermanfaat. Juga jangan gelisah dengan suatu kegagalan.

“Bisa teman-teman baca di berbagai profil pengusaha sukses, bab pertama bahkan hingga ke tiga lebih dulu berbicara tentang kegagalan mereka. Jadi, mulailah melakukan sesuatu dengan berfikir bagaimana menjadi orang bermanfaat,” ucap owner Wira Garder Lampung, yang menyediakan lokasi digelarnya workshop Photograpgy di Era Digital bekerjasama dengan Zetizen Radar Lampung ini.

Lulusan Trisakti 2002 lalu itu juga menekankan, dalam menggerakkan suatu usaha diharapkan jangan pernah merugikan orang lain. Melainkan cenderung menanamkan value yang baik terhadap orang sekitar. “Kita tidak pernah tahu siapa yang bisa menolong kita,” tegasnya.

Salah satu pendiri komunitas Kelas Minat Habib Syahputra memaparkan tentang photograpgy di era digital. FOTO KELAS MINAT

Senada, salah satu pendiri komunitas Kelas Minat Habib Syahputra pun sependapat dengan argumen Rizaldi. Terlebih mengenai kalimat bagaimana menjadi orang bermanfaat.

“Jadi, ketika suatu saat ada sentilan: jangan mau dimanfaatkan orang. Atau kalimat: lu hanya dimanfaatin aja dengan dia. Maknai saja, berarti kita bisa bermanfaat buat orang lain. Dengan begitu kita akan lebih lapang dada,” ucap Habib.

Ya, berawal dari keresahan terhadap lingkungannya, Habib bersama sang rekan Robin Ali, akhirnya nekat membuat Kelas Minat. Awalnya dianggap remeh oleh masyarakat sekitar.

“Kita melihat teman-teman kita itu banyak yang harusnya kita tolong. Akhirnya dari kerisauan itu, ya minimal kita semangatin mereka ngasih mereka modal. Nah modal yang bener-bener untuk hidup itu ilmu. Itu yang kita terapin. Kalau kalian mau maju bukan uang modalnya, tapi modal ilmu. Dan itu jadi prinsip Kelas Minat,” tegas Habib. (sur)




  • Bagikan