Antisipasi DBD, Puskesmas PE di Desa Bernung  

  • Bagikan
Petugas UPT Puskesmas Bernung melakukan penelitian epidemiolgi (PE) untuk mendeteksi jentik nyamuk demam berdarah dengue di Desa Bernung, Jumat (11/1). FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID
Petugas UPT Puskesmas Bernung melakukan penelitian epidemiolgi (PE) untuk mendeteksi jentik nyamuk demam berdarah dengue di Desa Bernung, Jumat (11/1). FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kecamatan Bernung melakukan penelitian epidemiolgi (PE) untuk mendeteksi jentik nyamuk demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut. Ini menyusul adanya tiga warga yang diduga terjangkit penyakit itu.

Dari hasil pemeriksaan medis, dua di antaranya dinyatakan positif DBD, yakni Lata Alika (13) dan Deca Azzahra. Sementara seorang lagi, Laras (17) masih suspect DBD.

”Tempo hari mereka sempat dirawat di GMC. Karena itu kita lakukan PE pada beberapa titik di Desa Bernung,” kata Kepala UPT Puskesmas Bernung Ida Farida, Jumat (11/1).

Selain PE, UPT Puskesmas Bernung juga melaksanakan penyuluhan tentang 3 M plus serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada seluruh warga. Ini dilakukan melalui kader dan kegiatan posyandu.

”Memang yang paling efektif memutus mata rantai penyebaran jentik nyamuk melalui gerakan 3 M plus dan PHBS,” tegasnya.

Langkah lain dengan memberikan bubuk abate kepada warga untuk membunuh jentik nyamuk. Terlebih di Desa Bernung banyak bak penampungan air umum.

”Kalau fogging juga sudah dilakukan. Namun itu tidak menuntaskan penyebaran nyamuk DBD. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, bukan jentik,” ucapnya. (ozi/ais)

 




  • Bagikan