Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Gubernur Pantau RSUDAM

  • Bagikan
Sumber foto Biro Adpim Pemprov Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID-Pemerintah Provinsi Lampung bersiap mengantisipasi gelombang ketiga covid-19. Untuk itu Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mendatangi langsung RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM), Selasa (7/12).

“Saya datang untuk mengetahui situasi kondisi infrastruktur rumah sakit umum daerah Abdul Moeloek dalam pelayanan. Saya apresiasi RSUDAM dalam pelayanan Covid-19 yang pernah dirawat dalam kondisi baik. Dan saya menyampaikan situasi Covid-19 saat ini,” beber Arinal.

Menurutnya, walaupun Lampung menjadi salah satu daerah yang ditetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 terbaik Nasional. Namun adanya varian baru Covid-19, Omricon tetap perlu diwaspadai.

“Maka saya minta untuk hati-hati. Saya minta pegawai ketika ada masyarakat uang yang sakit membutuhkan bantuan. Maka harus hadir memberikan bantuan, negara harus hadir, rakyat membutuhkan pertolongan maka negara harus hadir,” tambahnya.

Baca Juga:   Sambut Gubernur Jateng, Arinal Ingin Tiru Kesuksesan Ganjar

Ditambahkan Direktur RSUDAM, Lukman Pura, mengatakan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi datang untuk melakukan koordinasi dan evaluasi pelayanan kesehatan.

“Sebagaimana pengarahan beliau agar beliau melihat, evaluasi dan memberikan pembekalan pada kami apalagi diduga akan datangnya gelombang ke tiga Covid-19. Berbagai persiapan kita laporkan seperti oksigen kita dapatkan bantuan hibah 10 ton liquid isotank, ini jadi modal kita apabila ada gelombang ketiga nantinya,” beber Lukman.

Baca Juga:   Gubernur Arinal Resmikan 31 SMK Pusat Keunggulan Se-Provinsi Lampung

Selanjutnya tempat tidur kapasitasnya terus diturunkan karena digunakan sesuai kebutuhan saja. Sampai saat ini tersedia 163 tempat tidur dari sebelumnya disiapkan 258 tempat tidur.

“Kita turunkan karena tempatnya kosong, hanya dirawat lima orang. Kondisinya juga ringan, tidak perlu ventilator ya, hanya bantuan natural air flow. Dari pemeriksaan itu memang terlihag kita nol kasus,” tandasnya. (rma/wdi)






  • Bagikan