Antisipasi Material Runtuh, Grand Mercure Pasang Sheil Protector

  • Bagikan
Pembangunan Hotel Grand Mercure di Jalan Raden Intan, Bandarlampung, kini di pasang sheil protector agar tidak terjadi lagi reruntuhan material jatuh ke kantor dealer dan rumah warga sekitar proyek tersebut. Foto M Tegar Mujahid/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – PT Wijaya Kusuma selaku kontraktor proyek pembangunan Hotel Grand Mercure di Jalan Raden Intan, Bandarlampung, menyatakan telah menambahkan sheil protector agar reruntuhan matarial bangunan tidak mengganggu kenyaman lokasi sekitar.

Hal ini menyusul keluhan yang disampaikan pihak delaer Honda Lampung Raya (HLR) dan warga sekitar proyek yang mengaku sering tertimpa runtuhan material proyek.

“Kalau mengenai kejatuhan itu memang ada dan untuk mencegah terjadi kembali kami telah tampahkan  safety prosedur kita tambahkan agar tidak terjadi kembali. Yakni dengan sheil protector kisi-kisinya atau sisi-sisinya sudah ditutup agar tidak mengenai bangunan sekitar lagi,” kata Manajer PT Wijaya Kusuma Contractors, Hendi melalui sambungn telpon, Selasa (22/1).

Baca Juga:   Warga Temukan Bayi Laki-laki di Tepi Jembatan

Terkait dengan pengaduan hukum yang disampaikan pihak HLR ke Polda Lampung, Hendi mengaku baru mengetahui adanya laporan tersebut melalui surat kabar. “Kebetulan itu saya baru tau hari ini di koran dan untuk sementara  saya belum mau komentar mengenai itu ya,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tak hanya pihak dealer Honda Lampung Raya (HLR) yang mengeluhkan pembangunan Hotel Grand Mercure di Jalan Raden Intan, Bandarlampung, ternyata masyarakat sekitar proyek juga merasakan keresahan yang sama.

Atas peristiwa tersebut, pihak HLR melalui pengacaranya telah melaporkan PT Wijaya Kusuma selaku kontraktor proyek ke Polda Lampung, serta mempertanyakan kelayakan perizinan pembangunan hotel tersebut.

“Sudah kita laporkan ke Polda Lampung 10 Januari 2019. Selama ini juga kita belum tahu perizinan gedung itu seperti apa, kita sebagai tetangga gak pernah diminta menandatangani izin lingkungan karena sekali lagi ini mengenai keselamatan orang banyak dan semoga saja polisi segera bertindak dalam mengatasi persoalan ini,” kata Rahman Kholid, Kuasa Hukum HLR, Senin (21/1). (mel/kyd)




  • Bagikan