APINDO Lampung Ikut Sosialisasi-Penguatan Program JKN-KIS Bersama Dewas BPJS Kesehatan


RADARLAMPUNG.CO.ID – Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung menghadiri agenda Sosialisasi dan Penguatan Program JKN-KIS bersama Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan, di kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Bandarlampung, Jl ZA Pagar Alam Rajabasa Bandarlampung, pada Kamis (28/4/2022).

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPP APINDO Lampung, Ary Meizari Alfian; didampingi ketua bidang ketenagakerjaan, jaminan sosial dan advokasi, Arif Syaifudin Zuhri; ketua bidang industri manufaktur, Bernard Simandjuntak; anggota bidang industri manufaktur, Dr Yohanes Johan; sekretaris Dewan Pengurus Kota APINDO Bandarlampung, Kasturi.





Adapun Arif Syaifudin Zuhri, Dirut Optima Nusa Tujuh, anak perusahaan BUMN PTPN VII; Bernard Simandjuntak adalah Head of Human Resources Department PT Nestlé Indonesia Panjang; dan Yohanes Johan, dari PT Keong Nusantara, produsen produk Wong Coco.

Para pengurus APINDO Lampung ini selain menyimak pemaparan materi presentasi narasumber, juga beramah tamah dengan salah satu anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan 2021-2026, Iftida Yasar.

Baca Juga:   Gubernur Batasi Hilir Mudik Hewan Ternak di Lampung

Iftida, didampingi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandarlampung, Agus Wibowo, Camat Natar, Lampung Selatan, Rendy Eko Supriyanto pada 12 April 2022 lalu meresmikan Rumah Edukasi Kader JKN, sekaligus sosialisasi program JKN-KIS ke warga Kecamatan Natar.

Rumah Edukasi Kader JKN ialah inovasi BPJS Kesehatan dalam mengoptimalisasi peran Kader JKN, sarana wadah informasi dan layanan laiknya kantor BPJS Kesehatan.

Adapun sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bagi pemangku kepentingan itu dihelat demi meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya jaminan kesehatan, sehingga yang belum jadi peserta bisa segera daftar agar semua rakyat Indonesia dapat segera terlindungi kesehatannya.

“Kami DPP APINDO Lampung siap untuk terus mendukung pelaksanaan Program JKN-KIS. APINDO dan BPJS Kesehatan dapat menyusun kegiatan bersama dalam rangka percepatan cakupan kepesertaan khususnya badan usaha, UMKM-IKM dan koperasi, sektor yang harus dipastikan ada jaminan kesehatan,” ungkap Ketua APINDO Lampung, Ary pada 4 Mei 2021 lalu.

Baca Juga:   Kejati Lampung Siap Kawal PLN Bangun Infrastruktur Kelistrikan

Salahsatu bentuk dukungan APINDO terhadap BPJS Kesehatan, yakni dengan mengundang BPJS Kesehatan dalam tiap kegiatan yang melibatkan pengusaha dan publik serta memberikan edukasi bersama ke pengusaha pemberi kerja dan pekerja akan pentingnya jaminan sosial kesehatan.

“Sinergi pertukaran dan penyajian data, diseminasi informasi, penyandingan data perusahaan dan badan usaha serta progres report aspek ketenagakerjaan,” ujar Ary.

Dukungan terhadap program JKN-KIS, sambung Ary, bentuk kepedulian pengusaha pada pekerja dan keluarganya, karena bila pengusaha tak peduli dengan pekerjanya akan sangat berpengaruh pada tingkat produktivitas tenaga kerja tersebut, jika suatu saat pekerja atau keluarganya sakit.

APINDO juga tak segan mengkritisi apabila layanan dasar BPJS Kesehatan di lingkup perusahaan dan badan usaha kedodoran.

Baca Juga:   Pansus LHP Atensi Kepala OPD Hadir Saat RDP

“Prinsipnya kami akan terus mendukung pelaksanaan program JKN-KIS, tentunya kami akan sering beri masukan ke BPJS Kesehatan untuk terus lakukan perbaikan pelayanan sehingga masyarakat dapat terbantu program ini, merasa puas akan pelayanannya ya. Itu pasti,” tutup dia.

Sementara, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandarlampung, Agus Wibowo menggarisbawahi, dengan seluruh pekerja Badan Usaha jadi peserta JKN-KIS akan berdampak positif. Sebab, jika semua pekerja didaftarkan jadi peserta JKN-KIS, akan menambah capaian kepesertaan, sehingga Universal Health Coverage akan dapat segera terwujud.

“Buruh/pekerja, juga bakal merasa nyaman bekerja kalau kesehatannya telah terjamin program JKN-KIS. Artinya, dengan mereka menjadi peserta JKN-KIS, kaum pekerja ikut bergotong-royong dalam penyelenggaraan program JKN-KIS,” pungkasnya. (rls/yud)