ART Diamankan Petugas, Usai Gasak Barang Majikan

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Warini (41), warga Gedong Air, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung hanya dapat tertunduk lesu usai digiring petugas, Senin (9/8) siang.

Ibu dua anak ini diamankan, setelah melakukan pencurian di rumah majikannya, yang berada di wilayah Kedaton, Bandarlampung beberapa bulan yang lalu.


Kanit Resmob Satreskrim Polresta Bandarlampung, Ipda M Novaldo Supeno mengatakan, Warini diamankan di kos-kosan yang berada di Gedong Air, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung.

“Pelaku melakukan pencurian dengan modus menjadi asisten rumah tangga,” katanya dalam eskpos kasus yang digelar di Mapolres Bandarlampung.

Sambung dia, pelaku beraksi saat pemilik rumah sedang pergi atau saat rumah sedang kosong. Pelaku juga melakukan pemetaan dan mencari dimana pemilik rumah biasa meletakan atau menyimpan barang-barang berharga mereka.

Baca Juga:   Polda Kirim Sempel Limbah Hitam ke Jakarta

“TKP terakhir yakni di Kedaton, sekitar dua bulan yang lalu. Setelah melakukan aksinya, pelaku kemudian kabur dan tinggal berpindah-pindah,” tambahnya.

Pelaku diketahui sempat melarikan diri ke Palembang, Mesuji dan Tanggamus. Berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku diketahui telah beraksi di 10 tkp di Bandarlampung.

Adapun barang-barang yang diambil oleh pelaku antara lain, uang tunai dan barang elektronik seperti laptop, ponsel dan lain-lain. Sementara barang bukti yang diamankan yakni satu setel pakaian yang dibeli pelaku dari hasil penjualan barang curian.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 362 dan ancaman hukuman maksimal selama lima tahun penjara,” tandasnya.

Kepada petugas, Warini juga telah mengakui perbuatannya. Adapun uang hasil kejahatan, digunakan Warini untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:   Bareskrim Polri dan Kementerian DLH Selidiki Limbah Hitam di Laut

“Uangnya untuk kebutuhan sehari-hari. Anak saya dua, sama suami sudah pisah lama,” katanya.

Meski begitu, dia hanya mengaku telah berakhir di 3 tkp. “Ngga ada (majikan, red) yang saya kenal. Cuma yang di Kedaton itu saja. Barang-barang (curian) saya jual ke pasar,” katanya.

Selama beraksi, Warini juga mengaku melakukannya seorang diri. Dia juga mengatakan pernah kabur ke Palembang, Mesuji dan beberapa daerah lain, untuk menghindari kejaran petugas. (Ega/yud)




  • Bagikan