Asisten Bidang Pemerintahan Beber Keberlanjutan Ruko yang Disegel

  • Bagikan
Asisten I Kota Bandarlampung Sukarma Wijaya. FOTO PRIMA IMANSYAH PERMANA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung telah mengeksekusi satu ruko di Jl. Bengkulu dan menyegel empat ruko di. Jl. Raden Intan lantaran tak membayar Hak Guna Bangunan (HGB), Selasa (15/1).

Ditanya apakah pemilik ruko dapat mengurus HGB pasca disegel, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkot Bandarlampung Sukarma Wijaya menyatakan tidak ada lagi kesempatan untuk itu. “Kecuali nanti setelah kita rapat laporkan dengan pak wali kota kemudian ada keputusan dari pak wali kota,” ungkapnya, Rabu (16/1).

Jika nanti ada kebijakan dari wali kota, penghuni ruko tersebut diminta mendaftar kembali. “Mereka akan ikut jadi peserta umum untuk kembali berusaha di sana. Asal ada etika baik dan tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Sukarma.

Baca Juga:   Perihal PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Tunggu Inmedagri dan Ingub

Ia menururkan, ruko yang telah disegel kemungkinan akan kembali dibuka untuk tempat usaha pihak selanjutnya. “Tapi yang pasti sekarang ada potensi PAD sekitar Rp500 juta yang ditunggak pemilik lama. Nanti jika ada yang menyewa lagi, tidak diwajibkan untuk membayar tunggakan pemilik terdahulu,” ucapnya.

Namun terkait managemen penyewaan kedepannya, pihaknya masih menunggu arahan wali kota. “Kita akan laporkan dulu. Nanti akan dibahas perihal managemen penyewannya. Kita tunggu perintah Pak Wali tentunya,” kata dia.

Lalu, adakah ruko lain yang tidak membayar HGB namun belum diputus MA untuk dieksekusi, Sukarma menyatakan tidak ada. “Ya paling kita akan adakan penertiban di sekitar pertokoan, sebagaimana yang diharapkan pak wali kota,” tukasnya. (pip/sur)




  • Bagikan