Aslinya Penjual Lontong, Menipu dengan Mengaku Anggota TNI

  • Bagikan
Kanitreskrim Polsekta Sukarame Ipda Ahmad Gustomi didampingi Kasubbag Humas Polresta Bandarlampung AKP Titin Maezunah menunjukkan barang bukti dalam penangkapan TNI gadungan. FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID
Kanitreskrim Polsekta Sukarame Ipda Ahmad Gustomi didampingi Kasubbag Humas Polresta Bandarlampung AKP Titin Maezunah menunjukkan barang bukti dalam penangkapan TNI gadungan. FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Profesi asli Rama Gusti (35), hanya penjual lontong sayur. Namun lelaki asal Tanjungan, Katibung, Lampung Selatan yang memiliki nama alias Adlan dan Purnama ini berani mengaku sebagai anggota TNI.

Tujuannya memuluskan aksinya dalam melakukan penipuan. Namun kejahatannya terbongkar dan ia diamankan anggota Polsekta Sukarame.

Kapolsek Sukarame Kompol Mulyadi melalui Kanitreskrim Ipda Ahmad Gustomi mengatakan, Rama melakukan penipuan dengan mencari sasaran melalui akuan media sosial Facebook.

Begitu didapat, ia berpura-pura hendak membeli motor calon korban. Mereka janji bertemu dan Rama membawa kabur kendaraan. ”Kasus ini kemudian dilaporkan dan kita menangkap tersangka dikediamannya pada 6 Maret lalu,” kata Ahmad Gustomi dalam ekspose di Mapolsekta Sukarame, Selasa (19/3).

Baca Juga:   Konfrontir, Kasus Dugaan Pemukulan Perawat Ditentukan Gelar Perkara

Gustomi yang didampingi Kasubbag Humas Polresta Bandarlampung AKP Titin Maezunah mengungkapkan, dalam penangkapan tersebut pihaknya menyita barang bukti motor Kawasaki Ninja BE 4480 CT milik korban, seragam TNI dan sepatu PDL.

“Barang bukti kita temukan dikediaman tersangka. Namun tidak didapat SK atau kartu anggota. Dipastikan ia adalah TNI gadungan,” tegas Gustomi.

Sementara Rama Gusti mengaku sudah tiga kali menipu. Untuk meyakinkan calon korban, ia mengaku anggota TNI berpangkat Sersan Satu dan menggunakan seragam. ”Sudah tiga kali. Di daerah Satlog, Gunungsulah dan Wayhalim. Pakai itu (seragam TNI, Red) biar orang percaya,” ujarnya.

Rama yang berjualan lontong ini mengatakan, motor yang berhasil dibawa kabur dijual seharga Rp5 juta. ”Saya bilang mau tes (motor). Tapi saya bawa pulang dan dijual Rp5 juta. Saya incar khusus (Kawaski) Ninja saya,” sebut dia.

Baca Juga:   Berani Timbun Obat dan Oksigen, Jaksa Bakal Tuntut Tinggi Pelaku

Setelah tertangkap, ayah dua anak ini baru mengaku menyesal dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. ”Kapok, nggak lagi-lagi (berbuat kejahatan),” ucapnya. (mel/ais)

 




  • Bagikan