Astaghfirullah.. Sekolah Islam Full Gratis di Pesawaran Memprihatinkan

Kondisi sekolah Al Irsyad, Hanura Pesawaran. Foto IST
Kondisi sekolah Al Irsyad, Hanura Pesawaran. Foto IST

radarlampung.co.id – Kondisi sarana pendidikan di kabupaten Pesawaran ternyata masih memprihatinkan. Sebuah sekolah Islam yang full gratis untuk ratusan siswa di desa Hanura, Kecamatan Telukpandan Pesawaran kondisinya sebagian rusak dan belum ada perbaikan. Bahkan, baru-baru ini selasar sekolah yang terdiri dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) itu ambruk.

Sebagian plafon juga rusak parah. Foto IST

Pimpinan MTs dan MA Al-Irsyad Al Islamiyyah Hanura, Kecamatan Telukpandan, Asnawi kepada radarlampung.co.id mengatakan, sekolah yang berdiri sejak 1986 itu adalah sekolah full gratis untuk siswa. Mereka berasal dari beberapa desa diantaranya Hanura, Hurun, Sabu, Gebang, Batu Kemenyan. Rata-rata para siswa berasal dari keluarga buruh, petani dan nelayan.

BACA  Terkait Benda yang Diduga Bom, Ini Penjelasan Kapolresta Bandarlampung
Kondisi kelas sekolah Al Irsyad, Hanura, Pesawaran. Foto IST

“Kami di sini berikan pendidikan full gratis, siswa nggak ada pungutan. Memang kami mendapatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tetapi, itu hanya cukup untuk operasional sekolah, gaji TU, dan guru non sertifikasi. Untuk guru yang mendapatkan sertifikasi nggak dapat gaji sama sekali. Jadi untuk rehab gedung, kami nggak ada biaya sama sekali. Hanya tambal sulam semampu kami,” ungkapnya, Selasa (15/5).

Atap sekolah yang ambruk sebagian, genteng berjatuhan. Foto IST

Dilanjutkan, untuk jumlah siswa MTs ada sekitar 70 orang siswa. Sedangkan untuk siswa MA ada 112 siswa. Untuk guru yang sertifikasi ada 10 orang, sedangkan yang non sertifikasi ada 15 orang. Untuk gaji guru non sertifikasi sebesar Rp200 ribu-Rp500 ribu perbulan. Sedangkan gaji TU sekolah maksimal Rp500 ribu karena masuk setiap hari.

BACA  Otak Pelaku Bom Thamrin Dituntut Hukuman Mati
Kondisi atap sekolah sebagian lapuk dimakan usia. Foto IST

“Kami ada lima lokal termasuk ruang guru. Nah, sejak saya masuk menjadi pimpinan di sini pada tahun 2000 atau sekitar 17 tahun, sama sekali memang belum ada bantuan baik dari pemkab maupun kemenag. Ya kami sudah buat proposal tetapi belum ada bantuan ke sekolah kami,” ujarnya.

Pintu sekolah pun bolong. Foto IST

Sarana fisik yang mengalami kerusakan, sambung Asnawi, diantaranya atap dan plafon. Sebab, kayu yang digunakan sudah rapuh termakan usia. Selama ini jika ada kerusakan maka diperbaiki dengan cara swadaya.

BACA  Seusai Sahur, Gudang Penimbunan Minyak Mentah Terbakar

“Kayunya banyak yang keropos dan patah. Kalau ada pintu yang rusak, ya kami perbaiki sendiri. Jadi kendala kami ini pada fisik bangunan yang banyak rusak. Terbaru, dua hari lalu selasar sekolah MA ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa. Kami berharap adanya bantuan dari pihak terkait, karena kalau kualitas pendidikan Insya Allah di sekolah kami cukup bagus. Hanya saja, sarana fisik sekolah memang banyak yang sudah rusak,” tuturnya. (rlo/gus)

 

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here