Atasi DBD, Ternyata Ada Cara Ampuh Selain Fogging

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Curah hujan tinggi tidak hanya dikhawatirkan dapat menimbulkan bencana. Namun juga perlu diwaspadai dapat memicu berjangkitnya penyakit tertentu, seperti penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Berdasarkan data yang diperoleh Dinkes Mesuji ini, setidaknya selama awal November 2018 hingga awal Januari 2019 terdapat 7 pasien yang dinyatakan positif terserang DBD.


Terkait hal ini, Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mesuji Ardi Umum mengaku telah mengeluarkan surat edaran yang meminta jajaran petugasnya di puskesmas maupun masyarakat mewaspadai penyakit ini.

“Pada petugas medis puskesmas, agar mewaspadai penyakit ini. Bila ada pasien yang datang dengan gejala mengarah DBD, agar ditangani layaknya pelayanan untuk pasien DBD,” katanya pada Radarlampung.co.id melalui pesan WhatsApp, Senin (28/1).

Selain itu dia juga berharap untuk mengintensifkan penyuluhan mengenai kemungkinan penyebaran penyakit. Antara lain, dengan meminta warga mencegah munculnya tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti sebagai serangka faktor penyebar virus DBD.

Selain mengeluarkan surat edaran kepada puskesmas, dia juga menyebutkan Pemkab Mesuji sudah mengeluarkan edaran serupa yang ditujukan kepada para camat dan kedes. Yang intinya meminta menggiatkan kembali kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk).

Dia menyebutkan, hal ini perlu dilakukan mengingat di Mesuji ada beberapa wilayah yang masuk wilayah endemik DBD. Untuk itu, upaya penanganan dan pencegahan harus dilakukan semaksimal mungkin.

Dia juga menyebutkan, metode pencegahan DBD dengan melakukan PSN, masih lebih efektif dibanding metode fogging atau pengasapan. ”Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Sementara nyamuk yang masih berupa jentik, tidak akan mati dan bisa tumbuh menjadi nyamuk dewasa. (muk/sur)




  • Bagikan