Sports  

Atlet Gagal Tampil di Even Internasional, KONI Lampung Klaim Telah Komunikasi dengan Pusat


RADARLAMPUNG.CO.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung terus berkomunikasi kepada pemerintah pusat dan pengurus cabang olahraga (cabor) di pusat agar atlet Lampung yang akan bertarung di level internasional bisa mendapat tempat.

Ketua Umum KONI Lampung Yusuf Barusman menjelaskan, yang terjadi pada Sutjiati atlet senam ritmik yang gagal ke Sea Games lantaran kebijakan pemerintah pusat. KONI daerah, kata Barusman, bertugas hanya membina atlet hingga ke level nasional.





“KONI tupoksinya hanya membina atlet hingga nasional, gampangnya sampai PON. Kalau sudah mencapai level PON dia bisa jadi atlet nasional dan pembinaannya ada di pusat,” kata Yusuf Barusman.

Namun, KONI Lampung kata Yusuf Barusman tetap berkomunikasi dengan pemerintah, dalam hal ini Kemenpora dan pengurus besar (PB) masing-masing cabor. “Jadi bukan kewenangan kami. Kami hanya membantu secara komunikasi, bukan secara organisasi,” sambungnya.

Kemenpora pun kata Yusuf berkomunikasi dengan PB cabor untuk memilih mana atlet yang layak diberangkatkan mewakili Indonesia di even internasional. Saat ini pemerintah memiliki desain besar olahraga nasional (DBON).

“Dengan kebijakan DBON ini pengiriman atlet ada mengacu pada cetak biru itu, kalau sudah sangat potensial dapat emas baru dikirim. Kalau belum punya pengalaman tidak dikirim jadi bukan hanya Sutji, ada banyak atlet yang seperti ini,” ujar rektor UBL ini.

Ditanya soal larangan atlet berangkat menggunakan dana pribadi, Yusuf Barusman juga menyayangkan hal itu. “Ya disayangkan juga menurut versi kita harusnya nggak begitu, tapi mungkin pertimbangannya beda,” tandasnya. (nca/sur)