Aturan DP Nol Persen Ancam Pasar Mobil Bekas

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan aturan baru tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang mengatur kendaraan bermotor bisa down payment (DP) 0 persen. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018, tertanggal 27 Desember 2018.

Ketua Asosiasi Pengusaha Mobil Lampung (APML) Wahyudi berpendapat, penerapan ketentuan DP minimal nol persen tersebut tentu akan memberikan dampak bagi pengusaha mobil bekas. “Tergantung pada leasing yang akan menerapkan. Tetapi pasti akan memberikan dampak bagi pengusaha mobil bekas,” kata Wahyudi, Senin (14/1).

Ia mencontohkan, ketika konsumen ingin membeli mobil bekas seharga Rp100 juta. Konsumen harus menyediakan uang muka sebesar 25-30 persen dari harga, atau sekitar Rp35 juta hingga Rp40 juta, termasuk asuransi dan sebagainya.

Baca Juga:   Pasca Holding Ultra Mikro, Kinerja Saham BBRI Dinilai Akan Makin Solid

“Nah kalau konsumen tidak bisa mencukupi uang muka untuk membeli mobil bekas, otomatis konsumen akan beralih membeli mobil baru dengan ketentuan DP nol persen tersebut,” ujarnya.

Hal ini, sambung Wahyudi, juga tergantung dari masyarakat. Sebab, beberapa konsumen ada yang tidak mau pusing dengan angsuran dan adapula yang memperhitungkan angsuran yang harus dibayar per bulannya.

“Sebab kalau angsurannya tinggi mereka mungkin khawatir tidak bisa bayar angsurannya. Karena memang semakin kecil DP, semakin besar angsurannya,” imbuhnya. (ega/kyd)




  • Bagikan