Awal Tahun Harga Cabai Rawit di Mesuji Semakin Pedas

  • Bagikan
Sejumlah pedagang cabai mengeluh lantaran harga cabai rawit yang sebelumnya dijual dengan harga Rp30 per kilogram kini anjlok menjadi Rp 20 ribu per kilogram, Foto dibidik di pasar pasir Gintung. Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Harga cabai rawit di pasar tradisional di Kabupaten Mesuji tembus hingga Rp70 ribu perkilogram pada awal Januari 2022.

Kepala Bagian Perekonomi dan Pembangunan Mesuji, Arif Arianto mengatakan Awal tahun 2022, harga cabai rawit merah di beberapa pasar yang ada di Kabupaten Mesuji masih mengalami Kenaikan.



Seperti di pasar Simpang pematang yang harganya mencapai Rp 70 perkilogram sedangkan di pasar KTM Kecamatan Mesuji timur harganya Rp 60 kg.

Begitu juga dengan harga cabai rawit hijau harganya saat ini Juga mencapai Rp 70 ribu perkilogram.

“Biasanya, harga normalnya cabai itu ada dikisaran Rp40 per kilogram, tapi saat ini harganya mencapai Rp70 an ribu,” Ungkap Arif, Selasa (4/1).

Menurutnya, Naiknya harga cabai tersebut, dimulai pada bulan November lalu hingga awal tahun 2022 ini.

Sementara, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, UMK, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Mesuji, Eka Apriyanto mewakili Kepala Dinas (Koperindag) mengatakan, kenaikan harga cabai dipicu karena pasokan yang kurang.

“Selain dengan ada pasokan yang kurang, naiknya harga cabai juga memang fluktuatif di masa Natal dan tahun baru,” singkatnya.

Terpisah, Berdasarkan keterangan penjual cabai merah di pasar Brabasan, harga cabai rawit merah naik hingga Rp.70 ribu per kg dari biasanya Rp 40 ribu per kg.

“Ya Sudah biasa sih kalau akhir tahun musim hujan harga cabai naik tinggi awal tahun ini, kenaikan harga cabai ini karena permintaan meningkat pada akhir tahun hingga awal tahun,” kata Saleh (45). (muk/yud)






  • Bagikan