Awal Tebal, Hilal tak Terlihat

  • Bagikan
Tim Unit Pelaksana Teknis Observatorium Astronomi Itera Lampung memantau hilal menggunakan teleskop refraktor digital berdiameter 80 mm dan detektor kamera CMOS monokrom dengan filter I di Gedung Teknik 2 Itera Lampung, Kamis (23/4/2020). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Awan tebal menutup hilal yang dipantau dari gedung Teknik 2 Institut Teknologi Sumatera (Itera), Kamis sore (23/4). Hasil pantauan tersebut dilaporkan ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Lampung.

Pantauan hilal dilakukan Unit Pelaksana Teknis Observatorium Astronomi Itera Lampung mulai pukul 16.30 WIB. Tim mengamati pergerakan anak bulan atau hilal. Namun hingga matahari terbenam pukul18m17 WIB langit tertutup awal tebal.


“Hari ini kita tidak beruntung, karena pemantauan tertutup awal tebal. Sayang sekali, tapi kita sudah berusaha. Hasil ini akan kita laporkan l ke Kanwil Kemenag Lampung,” kata pengamat UAIL Itera Aditya.

Menurut dia, jika tidak tertutup awan tebal, hilal akan terlihat. Namun melalui proses pengolahan citra.

Baca Juga:   Ditanya Pemberhentian Kepala Diskes, Begini Tanggapan Plh. Sekkot

“Kemungkinan bisa. Tetapi gambarnya harus kita olah dahulu baru bisa terlihat beberapa menit kemudian. Tidak langsung. Awannya pas di bulannya,” ujarnya.

Untuk itu keputusan Ramadan, silahkan mengikuti hasil dari sidang isbat. “Secara perhitungan, sudah melewati kesepakatan ulama. Kalau tidak ada awan, sudah diakui sebagai hilal,” kata dia.

Hal itu dilihat saat matahari terbenam, ketinggian hilal sudah mencapai lebih dari dua derajat, sesuai batas minimum ketinggian hilal yang ditetapkan oleh Kemenag. Tepatnya 03°18’19”.

“Usia bulan sudah melebihi batas minimal yang ditetapkan Kemenag yaitu delapan jam. Secara perhitungan usia bulan, telah mencapai 10 jam 19 menit. Dengan metode hisab tersebut juga dapat digunakan untuk pertimbangan penetapan 1 Ramadhan 1441 Hijriah,” tandasnya. (mel/ais)




  • Bagikan