Ayo Penyintas Covid-19 Lampung, Mari Donor Plasma Konvalesen

  • Bagikan

//Ini Syarat sebagai Pendonor Plasma Konvalesen//

RADARLAMPUNG.CO.ID – Banyak permintaan akan Plasma Konvalesen di Provinsi Lampung untuk kebutuhan Pasien Covid-19, membuat Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal bersama Duta Donor Provinsi Lampung diskusi bersama untuk mengajak Penyitas Covid-19 untuk berdonor Plasma Konvalesen.

Hal ini dibenarkan Hardyanto Luke,Duta Donor Darah Provinsi Lampung kepada Radarlampung.co.id, Sabtu (17/7).

“Kita kemarin zoom dengan ibu Ketua PMI Lampung (Ibu Riana Sari, red), Ketua PMI Pringsewu (Wakil Bupati Pringsewu) Fauzi, Kepala UTD PMI Provinsi Dr.M.Aditya tentang Plasma Konvalesen, “jelas Hardyanto, Sabtu (17/7).

Menurut Hardyanto, agak sulit mencari Donor Plasma Konvalesen. Sedangkan Permintaan bertambah banyak.

“Ada sekitar ratusan permintaan untuk Lampung. Apalagi donor Plasma Konvalesen saat ini jadi primadona yang dicari masyarakat,” katanya

Dia menjelaskan, untuk menjadi pendonor Konvalesen, bukan hanya sebagai Penyintas Covid-19 saja. Namun, telah melalui berbagai screaning (pemeriksaan/persyaratan) lainnya.

“Jadi Kita Kumpulkan 10 orang, terkadang hanya 1 atau 2 calon pendonor bisa mendonor plasma konvalesen, karena syarat cukup banyak, “ucap Pria juga sebagai Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Provinsi Lampung.

Baca Juga:   Penampakan Ruang Asrama Haji Rajabasa yang Akan Jadi RS Darurat

Oleh sebab itu, Hardyanto menghimbau kepada masyarakat khususnya penyintas covid-19 untuk menjadi pendonor plasma konvalesen. “Apabila masih malu-malu untuk Donor Plasma Konvalesen dan ingin berkonsultasi dulu, Silahkan menghubungi saya ke nomor 085100627775,” bebernya.

Selain itu, Ia juga menghimbau kepada masyarakat tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) 5M yakni mencuci tangan, memakai sabun, menjaga jarak 1 M, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. “Mari kita lindungi diri dan keluarga inti dari Virus Corona dengan mematuhi Prokes 5M,”pintanya.

Sulitnya ketersediaan donor plasma konvalesen yang dibutuhkan untuk Pasien Covid-19. Sehingga, Forum Rescue Relawan Lampung (FRRL) mengajak survivor/ penyintas covid-19 untuk saling bantu membantu.

“Karena banyak yang membutuhkan bantuan plasma konvalesen. Terbukti, semakin banyaknya permintaan donor plasma konvalesen, setiap hari kita mendapat info di Media sosial (Instagram maupun WhatsApp) dari teman-teman,”kata Ketua FRRL, Aris Gibrant melalui Relawan untuk mencarai donor plasma konvalesen, dr. Mia Febriani.

Bagi Penyitas Covid-19 yang ingin mendonorkan plasma Konvalesen, berikut syarat untuk Pendonor. Diantaranya, Pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh dalam waktu 2 minggu dan Maximal 6 bulan, berat Badan diatas 55Kg, diutamakan laki- laki, lulus pemeriksaan screening, mempunyai kadar Antibody dan total titer Antibody IGg Speaifik Covid yang cukup.

Baca Juga:   Catat, Ini Penjelasan Divre IV Tanka Soal Kartu Vaksin dan Syarat Naik Kereta

Selain mengajak Penyitas Covid-19 untuk Berdonor Plasma Konvalesen, sambung dr. Mia, FRRL juga berupaya dapatkan tambahan Vitamin dari Sponsor (selama persediaan masih ada).

“Anda dapat juga berkonsultasi dengan kami, Para Nakes dan Dokter yang tergabung dalam program ini. Yakinlah, Anda tidak sendiri menjalani Isolasi dan Tetap Semangat untuk sembuh,”ucapnya.

Segera Daftarkan diri Anda sebagai calon Pendonor : https://bit.ly/3r21FY0
Rahasia data diri dan alamat isolasi (bagi yang sedang terpapar) terjamin.

Dibuka kesempatan bagi Donatur yang Dermawan untuk Para Penyitas yang belum sembuh baik berupa makanan, vitamin, oksigen maupun kebutuhan lainnya. Silahkan menghubungi Aris Gibrant (08117228895), Dr. Mia Febriani (089632544474).

“Kegiatan Donor Plasma Konvalesen juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Provinsi Lampung Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Bandarlampung dr.M.Aditya M.Biomed. Mari bersama menolong Saudara – saudara kita yang sangat membutuhkan. Donor Plasma Anda dapat menyelamatkan nyawa orang lain. Jika kita bisa memberi tanpa ada yang kita kurangi, kenapa kita masih ragu untuk memberi,”tutupnya. (gie/yud)




  • Bagikan