Back to Kids, Jamaah Tarawih di IC Menggala Diminta Catat Kultum dan Minta Tanda Tangan Imam

  • Bagikan
Pegawai Pemkab Tulangbawang mengisi buku Ramadan di sela menjalankan ibadah salat tarawih di Islamic Center Menggala. FOTO DISKOMINFO TULANGBAWANG 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Berbagai upaya dilakukan Pemkab Tulangbawang, untuk memakmurkan Masjid Baiturrahman Islamic Center (IC) Menggala di bulan suci Ramadan 1442 H. Salah satu caranya yakni kembali ke masa saat masih anak-anak dahulu: mengisi buku Ramadan.

Ya, jamaah diminta mencatat kultum, menuliskan doa dan meminta tanda tangan ustadz atau kiai yang bertugas menjadi imam. Mereka harus antri saat itu, juga mematuhi protokol kesehatan.

Jamaah tarawih sebagian besar diisi pegawai dari organisasi perangkat daerah (OPD) di Tulangbawang. Setiap harinya selama bulan Ramadan, masing-masing OPD bergantian memakmurkan IC Menggala.

Buku Ramadan yang sudah diisi lalu dikumpul ke Bagian Kesra Setdakab Tulangbawang. Buku tersebut lalu diserahkan ke Bupati Tulangbawang Winarti untuk dibaca semua.

Baca Juga:   Hari Pertama Kerja, Bupati Winarti Vidcon Dengan Presiden

Bagi jamaah yang mempunyai tulisan unik dan parafnya lengkap, akan diberi suvenir berupa Alquran dari Bupati.

Kegiatan mengisi buku Ramadan ini juga dapat diikuti masyarakat. Bukan hanya pegawai di lingkup Pemkab Tulangbawang. Namun, wajib salat tarawih di IC Menggala.

“Menulis hal baik akan membawa ilmu dan InsyaAllah mendapat pahala. Saat pulang dari tarawih juga bisa menjadi cerita untuk keluarga. Semua hal jika dilakukan dengan senang, pasti bermanfaat,” kata Winarti kepada radarlampung.co.id, Kamis (22/4).

Salat tarawih di IC Menggala menerapkan protokol kesehatan ketat. Sebelum memasuki masjid, jamaah wajib mengisi absensi atau pendataan. Gunanya untuk tracking jamaah yang hadir. Jamaah juga harus melalui pengecekan suhu tubuh.

Baca Juga:   Penjelasan Pemkab Tuba Terkait Larangan Gelar Pesta yang Diperpanjang

Jarak antar jamaah juga ditentukan. Rata-rata antar jamaah berjarak 2 sampai 2,5 meter. Tidak disediakan sajadah. Jadi jamaah wajib membawa sajadah masing-masing dari rumah.

Hal itu mendapat apresiasi dari Ansori, salah seorang pengurus Masjid Baiturrahman IC Menggala. Ia senang, saat ini IC menjadi lebih ramai diisi pegawai pemerintah dan masyarakat yang melaksanakan ibadah salat tarawih. (nal/sur)



  • Bagikan