Bakso Son Haji Sony dan Pemkot Gagal Bertemu Hari Ini

  • Bagikan
Salah satu Bakso Son Haji Sony yang disegel oleh Pemkot Bandarlampung di Jalan Wolter Monginsidi, Telukbetung Utara, Bandarlampung, Selasa (28/9). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Salah satu Bakso Son Haji Sony yang disegel oleh Pemkot Bandarlampung di Jalan Wolter Monginsidi, Telukbetung Utara, Bandarlampung, Selasa (28/9). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pihak Bakso Son Haji Sony batal bertemu dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung hari ini (28/9). Di mana sebelumnya, hari ini dijadwalkan akan menjadi titik temu dari solusi polemik yang muncul, Kemarin (27/9).

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandarlampung Yanwardi mengatakan, pertemuan tersebut direncanakan pukul 10.00 WIB. Namun, pihak Bakso Son Haji Sony beralasan masih mau kompromi dulu terkait isi fakta integritas.


“Sampai sekarang kami masih nunggu. Janji kemarin belum ada titik sepakat, bahwa ada mau penandatanganan fakta integritas. Rupanya ada kalimat harus pakai KAS register mereka. Ini masih dikompromikan mereka,” ujarnya, Selasa (28/9).

Penandatangan fakta integritas ini berkaitan dengan Tim Pengendalian, Pemeriksaan, dan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D), sedangkan yang berkaitan dengan BPPRD terkait audit pajak.

Pihak Bakso Son Haji Sony, lanjut Yanwardi bersedia menandatangani fakta integritas, namun ada satu poin yang belum disetujui pihak tersebut, berkaitan dengan penggunaan alat Kas Register Bakso Son Haji Sony dan tapping box pemkot.

Baca Juga:   Polsek Kedaton Buka Gerai Vaksin

“Sedangkan di dalam aturan harus pakai tapping box kita. Kalau memang pakai kas register mereka, dia kan ada jual bakso kemasan (oleh-oleh, red) kita harus sekat. Harus dibedakan dengan yang jual bakso kemasan,” tuturnya.

“Yang penting mereka sudah datang. Janjinya harus menandatangani itu, tapi mereka lagi kompromi bersama internal mereka, dari tadi malam mereka kompromi belum putus-pustus, kita masih nunggu saja,” ungkapnya.

Sementara, Inspektur Kota Bandarlampung M.Umar yang juga Ketua TP4D mengatakan, pihaknya mempersilahkan pihak Bakso Son Haji Sony untuk berdiskusi dengan internal mereka. Jika pun hari ini tandatangan fakta intergritas, besok 18 gerainya akan langsung dibuka.

“Mereka lagi bicarakan dengan internal mereka. Pada prinsifnya sebenarnya sudah memenuhi titik temu. Titik temunya mereka akan taat pada aturan,” ucapnya.

Baca Juga:   Simak, Ini Penjelasan Rekayasa Lalin Sentral Kuliner Jl. Gatot Subroto

Karena ada dua macam penjualan, ada bakso maupun oleh-oleh di Bakso Son Haji Sony, menurut M. Umar saat ini tinggal membahas metodenya.

“Ya karena yang kemasan tidak kena pajak, itu lagi dibahas seperti apa metodenya. Kira-kira tinggal itu. Kalau itu, apakah bisa diakomondir dengan satu register atau ada dua atau disekat. Berati yang oleh-oleh sebelah, di situ nggak campur tangan,” tuturnya.

“Tinggal bagaimana menggunakannya. Ada satu kegiatan yang memang tidak kena pajak, ada yang harus kena pajak. Penandatangan hampir selesai, kalau sudah tandatangan bisa buka,” ucapnya.

Terpisah, Penasehat Hukum Bakso Son Haji Sony Dedi Setiadi membenarkan bahwa pihaknya masih melakukan diskusi internal, dan hari ini tidak jadi bertemu di Pemkot Bandarlampung.

“Maaf masih diskusi. Gak (tidak jadi bertemu pemkot, red),” singkatnya, tanpa menjelaskan diskusi internal yang dibahas. (pip/sur)




  • Bagikan