Bakso Son Haji Sony Mengaku Merugi Miliaran Rupiah Dampak Dari Penyegelan

  • Bagikan
Salah satu Bakso Son Haji Sony yang disegel oleh Pemkot Bandarlampung di Jalan Wolter Monginsidi, Telukbetung Utara, Bandarlampung, Selasa (28/9). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Salah satu Bakso Son Haji Sony yang disegel oleh Pemkot Bandarlampung di Jalan Wolter Monginsidi, Telukbetung Utara, Bandarlampung, Selasa (28/9). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pasca dibukanya segel 18 gerai Bakso Son Haji Sony di Kota Bandarlampung, pada Rabu (13/10), derai bakso legendaris Lampung tersebut kembali diserbu penggemarnya.

Terpantau, gerai-gerai bakso tersebut, kemarin (14/10) telah buka. Seperti Bakso Sony di Jl.Z.A Pagar Alam, Raden Intan; hingga Bakso Son Haji Sony Jl.Endro Suratmin. Pengunjung pun mulai silih berganti berdatangan ke gerai-gerainya.


Meski telah dibuka, tentu penyegelan gerai-gerai Bakso Son Haji Sony di Kota Tapis Berseri berdampak signifikan terhadap pendapatan bakso legendaris itu. Hal itu diutarakan Penasihat Hukumnya Andi Syafriana.

Menurut Andi, jumlah kerugian yang dialami kliennya selama penyegelan sangatah signifikan. Namun, terkait angkanya ia belum bisa memastikan, lantaran belum ada hitungannya.

Baca Juga:   Pemkot Gelar Gebyar Vaksinasi di Halaman Parkir Bambu Kuning

“Sangat signifikan (besar dampaknya, red). Bisa jadi (miliaran, red), kalau dihitung sejak awal penyegelan. Tapi angkanya saya tidak bisa pastikan karen memang belum dihitung,” ungkapnya pada Kamis (14/10), saat ditanya Radarlampung.co.id apakah kerugian mencapai nominal miliaran rupiah.

Disinggung terkait kelanjutan audit pajak dengan BPPRD, menurut Andi masih terus berjalan. Dijadwalkan pekan depan pihaknya akan bertemu dengan BPPRD. “Itu lagi diproses. Direncanakan minggu depan ada pertemuan,” ucapnya.




  • Bagikan