Bakso Sony Ingin Fokus Usaha Luar Kota


Karyawan Bakso Son Haji Sony membuat Pengumuman penutupan gerai di Bandarlampung. Salah satunya tertempel di gerai Bakso Son Haji Sony Jl.Imam Bonjol, Bambukuning, Tanjungkarang Pusat Bandarlampung. Foto : prima imansyah permana/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bakso Son Haji Sony sampaikan pengumuman kemungkinan menutup gerai dari Kota Bandarlampung. Pengumuman yang tertempel di depan gerai bakso itu, banyak tersebar di sosial media (Sosmed), pada Minggu (3/7).

Pemberitahuan atas nama pengawai dan pengurus Bakso Son Haji Sony itu ditujukan kepada seluruh pelanggan setianya.





“Kami dari management Bakso Son Haji Sony ingin memberitahukan bahwa Bakso Son Haji Sony akan memfokuskan pengembangan usaha diluar kota Bandarlampung dan outlet yang ada di Bandarlampung mungkin akan segera ditutup dan dipindah alihkan keluar kota. Terimakasih atas dukungan dan kepercayaan pelanggan selama 40 tahun terakhir. Hormat kami, seluruh pegawai dan pengurus Bakso Son Haji Sony”, begitu tulis pengumuman yang terpajang di gerai Bakso Son Haji Sony.

Baca Juga:   Tegas, Akhirnya Pemkot Tutup Cafe Tokyo Space

Sementara, Inspektur Kota Bandarlampung, M. Umar saat diminta tanggapan terkait penutupan bakso tersebut belum dapat dihubungi. Meskipun nomornya aktif tapi belum mengangkat telpon dari Radarlampung.co.id.

Diberitakan sebelumnya, enam Bakso Son Haji Sony di Kota Tapis Berseri di segelTim Pengendalian, Pemeriksaan, dan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) Kota Bandarlampung lantaran tidak mau menggunakan Tapping Box dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI).

Itu diungkapkan Yanwardi Kepala BPPRD Kota Bandarlampung saat ditanya terkait perkembangan penyegelan Bakso Son Haji Sony, Rabu (23/6) lalu. Pihaknya telah melayangkan lagi surat, jika masih tidak mengindahkan, akan ditutup 12 cabangnya yang masih buka.

Baca Juga:   UMKM Binaan PLN Sukses Raup Omzet Ratusan Juta, Begini Ceritanya

“Ini pemerintah, karena kita melaksanakan Perda. Istilahnya godokan masyarakat, pemerintah dan DPRD. Kita pelaksananya. Kita siap apa yang dilakukan. Kalau tidak mengindahkan kami siap apa minggu depan atau dua minggu lagi. Karena mereka masih bersikeras mau menggunakan alat KAS mereka,” tutupnya. (Pip/yud)