Bandarlampung Kota Ketiga Gerakan #BhayPlastik Telkomsel

  • Bagikan
Telkomsel gelar kegiatan #BhayPlastik untuk mengajak masyarakat mengurangi sampah plastik di Kota Bandarlampung. Foto Telkomsel/radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Telkomsel memilih kota Bandarlampung sebagai kota ketiga pelaksanaan gerakan sosial #BhayPlastik. Melalui gerakan ini, Telkomsel mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukan komitmen dan memberikan aksi nyata untuk mengurangi penggunaan sekaligus mengurangi sampah plastik. 

Manager Branch Telkomsel Lampung, Asep Jalaluddin Ini merupakan kegiatan yang telah dilaksanakan Telkomsel sejak Desember 2018, lalu. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah digelar di Medan dan Pekan Baru. Gerakan #BhayPlastik ini berfokus untuk menyebarkan kesadaran lingkungan, khususnya agar masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan plastik.


“Kami percaya bahwa perubahan yang besar dapat dimulai dari sebuah aksi yang sederhana. Melalui #BhayPlastik, Telkomsel ingin memberikan perubahan besar bagi lingkungan dengan mengajak semua orang untuk mulai merubah kebiasaan sehari-hari dalam penggunaan plastik,“ katanya, Minggu (3/2).

Baca Juga:   PLN Borong Penghargaan di Anugerah Humas Indonesia 2021

Dia melanjutkan, melalui tagar #BhayPlastik di media sosial, Telkomsel mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk turut ambil bagian dengan membagikan pengalaman dalam melakukan gerakan mengurangi pemakaian sampah. 

Semua orang dapat berpartisipasi dengan melakukan aksi sederhana seperti mendaur ulang plastik bekas menjadi barang bermanfaat, mengganti penggunaan plastik sekali pakai seperti gelas/botol, tas, dan  sedotan plastik dengan tumbler, tote bag, dan stainless straw, dan lain-lain.

Untuk mengajak lebih banyak lagi masyarakat untuk terlibat dalam gerakan sosial ini, gerakan #BhayPlastik ini juga akan diadakan di 8 kota lainnya. Diantaranya Serang, Bogor, Cirebon, Semarang, Malang, Balikpapan, Makassar, dan Manado.

Seluruh masyarakat umum dapat berpartisipasi dan mengikuti berbagai kegiatan dalam festival ini. Seperti Trash Run, yaitu kegiatan lari santai atau fun run yang dilakukan sembari mengambil sampah di sepanjang jalur lari. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan contoh kepada masyarakat sekitar bahwa mereka bisa berkontribusi dalam gerakan peduli lingkungan dengan berbagai aktifitas. 

Selain itu ada juga Plastalk, yang merupakan kegiatan edukasi mengenai bahaya sampah plastik dan cara merubah plastic bekas menjadi karya yang berguna dan bernilai ekonomis. Festival ini ditutup dengan kegiatan Plastic Police, dimana peserta dapat ikut memberikan totebag gratis kepada konsumen yang datang ke convenience store untuk digunakan sebagai pengganti kantong plastic belanja. (rls/ega/kyd)




  • Bagikan