Bangun Budaya Integritas, KPK Beri Kuliah Umum di UBL


RADARLAMPUNG.CO.ID – Pendidikan anti korupsi di perguruan tinggi sangat penting. Sebab mahasiswa akan terjun langsung ke masyarakat dan harus memberi contoh baik.

Hal tersebut disampaikan Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Wardiana pada seminar Bela Negara Pendidikan Antikorupsi di Universitas Bandar Lampung, Rabu (27/4).





“Walaupun survei-survei yang lain menunjukkan penurunan persepsi korupsi di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 mengeluarkan Indeks Perilaku Antikorupsi yang nilainya setiap tahun terus naik. Berturut-turut sejak 2019 sampai 2021, nilai indeks perilaku antikorupsi yaitu 3,7; 3,84 dan 3,88,” kata Wawan.

Menurut Wawan, indeks tersebut tidak hanya memotret perilaku, tapi juga persepsi dan pengalaman publik terhadap korupsi. Di sini pentingnya pendidikan antikorupsi agar terus dipaparkan kepada seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga:   Hari Pertama UTBK-SBMPT Diwarnai Mati Listrik, Ratusan Peserta tak Hadir

“KPK menilai upaya membangun budaya integritas melalui pendidikan antikorupsi juga memerlukan dukungan dan komitmen pemerintah daerah beserta jajarannya,” tegasnya.

Salah satunya dengan menerbitkan regulasi terkait pendidikan antikorupsi sebagai payung hukum pelaksanaan pendidikan antikorupsi oleh Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan yang ada di daerah.

“Menurut catatan KPK, 100 persen pemda di Provinsi Lampung sudah memiliki regulasi pendidikan antikorupsi. Kami sangat mengapresiasi hal ini,” ungkap Wawan.