Bangun Komunikasi Sosial Positif di Tengah Pandemi Covid-19

  • Bagikan
Chairman Radar Lampung H. Ardiansyah menjadi moderator pada diskusi publik melalui online dengan tema Membangun Komunikasi Sosial Positif Menghadapi Dampak Covid-19 di studio Radar TV, Senin (13/4). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – radarlampung.co.id- Komunikasi sangat diperlukan dalam menyampaikan informasi serta membangun sikap positif dan bijak dalam menghadapi covid-19. Hal tersebut menjadi tema dari diskusi publik secara virtual bersama Gerakan Bersama Kita Kuat (Gema Taat) Lampung yang dimoderatori oleh direktur Radar Lampung Group, Ardiansyah.

Untuk diketahui diskusi publik tersebut diikuti 140 partisipan dari berbagai wilayah Indonesia. Diantaranya dari Nanggroe Aceh Darussalam, Jakarta Bandung dan kota lainnya di Indonesia. Dua akademisi menjadi narasumber kegiatan tersebut. Yakni Prof. Karomani (Rektor Universitas Lampung) dan Dr. Susanto Saman (Ketua Gema Taat Lampung)

Kegiatan dibuka oleh Ketua ICMI Orwil Lampung Yusuf Barusman. Dalam sambutannya Yusuf menyatakan, pandemi yang terjadi saat ini berdampak ke semua bidang karenanya, semua elemen masyarakat harus bersama-sama mencegah agar pandemi corona tidak berlangsung lebih lama lagi.

Rektor Unila Prof. Karomani menjelaskan, dalam pandangan komunikasi budaya, komunikasi bukan hanya satu arah tapi dua arah yang melibatkan banyak hal. Seperti ketika ada fenomena penolakan penguburan jenazah yang terinfeksi Covid-19, menurutnya hal tersebut bukti kegagalan komunikasi yang tidak melibatkan aspek lain, misalkan budaya, aspek cara pandang masyarakat tertentu dan lainnya.

Baca Juga:   Delapan Reklame Ditempel Stiker Tak Bayar Pajak dan Terancam Ditebang

“Contoh yang paling kita rasakan dari sisi komunikasi. Suatu contoh, dalam fenomena penolakan penguburan tersebut, sebetulnya ada kontradiksi ketika itu dikatakan aman, tapi orang ramai-ramai menggunakan alat pelindung diri lengkap hingga terkesan sangat mengakhawatirkan publik. Ini kan dua hal yang kontradiksi, dan ini yang harus diperbaiki ketika kita melakukan komunikasi sosial dengan masyarakat,” ungkapnya, Senin (13/4).

Selanjutnya, pandangan orang tentang kehidupan sangat beragam. Termasuk berkaitan dengan keyakinan atau berteologi. Bahwa dalam keyakinan, harus berikhtiar dengan menggabungkan dua kekuatan. Yakni, selain berserah diri juga dengan berikhtiar, yaitu seimbang antara upaya langit dan ikhtiar di bumi.

“Itu yang harus kita lakukan, dengan berikhtiar di bumi, dan di langit. Mengetuk-ngetuk pintu langit dan bumi agar kita segera berlalu dari musibah ini. Jadi itu yang saya pandang dalam segi komunikasi, bahwa ada semacam gagap dan gagal dalam berkomunikasi menyampaikan informasi Corona kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara narasumber lainnya, Dr. Susanto Saman Ketua GemaTaat menuturkan, pentingnya membangun komunikasi sosial positif dalam menyampaikan informasi di tengah pandemi Covid-19, bisa menggunakan gerakan-gerakan dari komunitas.

Baca Juga:   Kejari Lamsel Cek RSUD Bob Bazar, Tiga Obat Covid-19 Langka

“Bagaimana kita bisa memanfaatkan komunitas-komunitas, perlu adanya kesadaran bersama komunitas. Kekuatan komunitas ini sangat diperlukan menyadari upaya maksimal menghadapi corona virus,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sangat diperlukan kewaspadaan dalam membangun komunikasi positif, sehingga jangan sampai efeknya negatif. Serta pengetahuan yang masuk ke masyarakat bisa dipertanggungjawabkan.

“Jadi di sinilah kerja komunitas untuk bisa memfilter dan memberi alternatif-alternatif informasi yang bisa terpercaya agar menghindari hoaks, dan lainnya,” tukasnya.

Dalam komunikasi sosial positif ini, juga harus dilihat latar belakangnya, atau social classnya. Sebagai contoh, saat memberikan informasi A ke social class tertentu bisa jadi akan diterima berbeda dengan social class yang lain. Sehingga hal tersebut juga yang harus diwaspadai.

Untuk diketahui, pada diskusi publik tersebut diikuti sekitar 140 partisipan dari berbagai kalangan akademisi perguruan tinggi, lembaga organisasi kemasyarakatan, serta mahasiswa S1, dan pascasarjana. Ada juga dari Nanggroe Aceh Darussalam, Jakarta, Bandung, dan kota besar lainnya. Kegiatan dibuka oleh Ketua ICMI Orwil Lampung Yusuf Barusman.

(rur/sur)




  • Bagikan