Pembangunan Tanggul tak Selesai Jadi Pemicu Banjir di Bandarnegeri Semuong

  • Bagikan
Sungai Way Semuong meluap, Rabu sore (5/1) dan menyebabkan banjir bandang di dua pekon, Kecamatan Bandarnegeri Semuong. Pekerjaan retaining wall yang belum tuntas dituding jadi penyebab banjir. FOTO UJI MASHUDI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pembangunan yang tak kunjung rampung menjadi penyebab jebolnya tanggul Way Semuong, Rabu (5/1). Ini menyebabkan banjir bandang yang merendam puluhan rumah di Pekon Gunungdoh dan Pekon Banding, Kecamatan Bandarnegeri Semuong.

Hal itu diungkapkan Kepala Pekon Gunungdoh Muzakkir. Menurutnya, tahun lalu Dinas PUPR Tanggamus sudah mengganggarkan pembangunan tanggul sungai Way Semuong di Pekon Banding dan Gunungdoh.



Namun sayangnya pekerjaan tanggul tidak bisa diselesaikan oleh pemborong. “Tanggul Way Semuong di Pekon Gunungdoh belum jadi dibangun. Sebab proyeknya bermasalah,” kata Muzzakir.

Dijelaskan, proyek pembangunan tanggul dengan cara retaining wall atau cor beton itu seharusnya dilakukan sepanjang 330 meter di sisi kiri dan kanan sungai.

Baca Juga:   Terima Kasih Dermawan! Korban Banjir Dapat Bantuan

Rinciannya 90 meter di Pekon Gunungdoh dan 240 meter di Pekon Banding. Tapi proyek yang seharusnya selesai bulan September itu mandek. Hingga kini pekerjaan tanggul baru dilaksanakan di Pekon Banding.

“Saya sudah telepon pemborongnya pak Robi. Kata pemborongnya sudah diberhentikan oleh Dinas PUPR karena tidak mampu mengerjakan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan,” ungkapnya.

Kondisi proyek yang tidak selesai itu tentu merugikan masyarakat. Sebab, terkena dampak banjir bandang luapan sungai Way Semuong.

Baca Juga:   Terima Kasih Dermawan! Korban Banjir Dapat Bantuan

“Seharusnya kalau pembangunan tanggul sudah selesai dari tahun lalu, mungkin air sungai tidak sampai masuk ke pemukiman penduduk,” pungkasnya.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bidang Pengairan Dinas PUPR Tanggamus Yusfi membenarkan pekerjaan retaining wall tidak selesai dan terjadi pemutusan kontrak kerja.

Yusfi juga menyayangkan terjadinya pemutusan kontrak. Sebab kontraktor sudah diberi perpanjangan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan.

“Padahal sudah addendum. Tapi pihak kontraktor tidak juga sanggup menyelesaikan sehingga terpaksa kita putus kontrak,” kata Yusfi mewakili Kepala Dinas PUPR Tanggamus Riswanda Djunaidi.

Baca Juga:   Terima Kasih Dermawan! Korban Banjir Dapat Bantuan

Yusfi menjelaskan, sesuai kontrak, pekerjaan retaining wall sepanjang 330 meter dengan pagu anggaran Rp4 miliar. “Dari 330 meter, yang selesai hanya 240 meter. Sehingga yang kita bayarkan hanya 65 persen dari total pagu dan dipotong 20 persen uang muka. Pihak kontraktor hanya mendapat realisasi 45 persen,” terangnya.

Dilanjutkan, tahun ini pekerjaan pembangunan retaining wall di Way Semuong kembali dilanjutkan dengan kontraktor baru.

“Itu nanti diteruskan. Kita tender baru lagi untuk melanjutkan pekerjaan. Mungkin ada penambahan panjang. Mudah-mudahan sekitar bulan April sudah bisa jalan,” pungkasnya. (uji/ehl/ais)






  • Bagikan