Bank Indonesia Klaim Ikut Majukan Perekonomian Syariah

  • Bagikan
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung tengah memaparkan materi kebanksentralan. Foto : Ruri
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung tengah memaparkan materi kebanksentralan. Foto : Ruri

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bank Indonesia juga berperan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Salah satunya mengembangkan pesantren untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah secara nasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan menjelaskan, terdapat sekitar 13 pesantren yang menjadi binaan Bank Indonesia Provinsi Lampung.


Namun, untuk pengembangan ekonomi syariah, BI mendorong pesantren yang telah memiliki bisnis, seperti koperasi usaha bidang pertanian, pembuatan kue, sersgam dan lainnya

“BI sebagai mitra pesantren, memberikan stimulus, ataupun memberikan bantuan teknis. BI mempunyai peran dengan melakukan binaan di bidang ekonominya,” katanya dalam pemaparan kebanksentralan di workshop jurnalistik, Sabtu (9/10).

Selain itu, ia menjelaskan, kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung juga memiliki peran memberikan masukan kepada pemerintah daerah khususnya di bidang inflasi.

Baca Juga:   Program Undian AXISNet Super Sureprize : Beli Produk AXIS di Aplikasi AXISNet Bisa Raih Banyak Hadiah

Lalu, juga memberikan masukan untuk pengembangan perekonomian di daerah. Seperti, BI memiliki forum investasi Lampung yang terbentuk dalam rangka meningkatkan minat investasi di Lampung, lalu forum ekspor, bagaimana Bank Indonesia mendorong ekspor ke luar negeri termasuk dari UMKM.

“UMKM yang berhasil kita ekspor itu coklat. Kita juga memfasilitasi untuk bisa menembus pasar ekspor melalui pameran yang difasilitasi oleh kantor perwakilan di luar negeri,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perkembangan investasi di Lampung kebanyakan dari sisi infrastruktur, di mana proyek strategis nasional banyak dibangun di Lampung. Sedangkan investasi dari luar negeri lebih berminat ke green ekonomi.

“Kita juga menawarkan beberapa kawasan industri, juga menawarkan potensi pariwisata. Memang di masa pandemi bukan berarti kita tidak berupaya mendatangkan investor, tapi kita mulai mempromosikan. Jadi setelah pandemi, mereka sudah miliki gambaran,” tukasnya. (rur/yud)




  • Bagikan