Bantuan Alsintan Diselewengkan, Ini Warning Keras Mentan SYL

  • Bagikan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mendampingi Mentan Syahril Yasin Limpo di Kota Metro, Jumat (19/6/2020). Foto dok Diskominfo for radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID- Pemerintah daerah diharapkan mengoptimalkan bantuan alat dan mesin pertanian dari Kementerian Pertanian RI.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memastikan, pihaknya akan bertindak keras terhadap oknum yang kedapatan menjual, menyelewengkan atau meminta mahar atas bantuan alsintan Kementan RI.

“Kami sudah menyebarkan surat imbauan ke dinas pertanian seluruh provinsi dan kabupaten, tentang optimalisasi pengelolaan bantuan alsintan pemerintah. Kami akan tindak keras kepada oknum yang menjual alsintan,” ujar SYL, dalam keterangan persnya yang diterima radarlampung.co.id, Sabtu (13/2).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menambahkan, bantuan alsintan itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pangan.

Pengelolaan alsintan diserahkan ke kelompok tani, unit pengelola jasa alsintan, gabungan kelompok tani atau masyarakat petani. Alsintan juga diberikan kepada brigade alsintan dinas pertanian setempat.

Bantuan alsintan diberikan gratis. Sehingga, jika ada oknum yang melakukan pungutan maka Kementan RI tidak bertangggungjawab atas konsekwensi hukumnya.

“Kementan meminta dinas pertanian untuk melakukan pengawalan dan pengawasan atas penyaluran bantuan alsintan. Laporan disampaikan secara triwulan kepada kami,” tegasnya.

Petani juga dipersilakan menggunakan alsintan yang tersimpan di Dinas Pertanian atau kodim setmpat. Syaratnya, petani membuat surat permohonan lewat gapoktan wilayah masing-masing.

“Di Brigade Alsintan tersedia berbagai alat pertanian modern, seperti traktor roda dua, traktor roda empat, transplanter (penanam), dan pompa air serta excavator atau backhoe. Semuanya dalam kondisi baik,” ungkap Sarwo Edhy. (rls/wdi)





  • Bagikan