Barang Korban Utuh, Motif Penjambretan Jadi Pertanyaan

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Dugaan aksi penjambretan berakhir maut yang dialami alm. nenek Susiwati (73) di bawah flyover Pasar Tugu, pada Rabu (1/9) pagi, masih menyisakan banyak pertanyaan.

Sebab, tas tangan dan barang berharga milik korban tidak ada yang hilang. Beberapa saksi di lapangan menduga, pelaku gagal mengambil barang korban dan kabur saat tahu korban terjatuh.


Hal tersebut sempat diungkapkan Andi, kerabat korban. “Kalau barang-barangnya (korban, red) nggak ada yang hilang. Karena katanya gagal jambretnya,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Andi, pagi itu korban pergi bersama ojek langganan untuk belanja bahan dagangan di Pasar Tugu, sekitar pukul 5:15 wib.

Aktifitas itu memang telah rutin dilakukan korban yang biasanya berjualan makanan di jl. Putri Balau, Kedamaian, Tanjungkarang, Bandarlampung.

Baca Juga:   Polisi Amankan Residivis Pencurian Kendaraan Bermotor

Namun, sesampainya di bawah flyover Pasar Tugu, sejumlah saksi mengatakan korban sudah tergeletak dijalanan setelah menjadi diduga menjadi korban penjambretan, sekitar pukul 5.40 wib.

Namun, saat sejumlah warga tengah berupaya menolong korban, sang ojek langganan justru menghilang setelah mengatakan akan meminta pertolongan.

“Ojek langganannya pergi dari lokasi kejadian setelah penjambretan itu. Alasannya, dia mau cari ambulan. Tapi ambulan ngga dateng-dateng dan tukang ojeknya juga nggak balik lagi,” katanya.

Lantaran itu, sejumlah warga lantas berinisiatif untuk membawa korban ke rumah sakit terdekat. Sayangnya, korban yang sempat mendapatkan perawatan di Graha Husada tidak dapat tertolong lantaran luka para di bagian kepala.

Terpisah, Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Ino Harianto saat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut mengaku, anggotanya saat ini sedang melakukan penyelidikan mendalam.

Baca Juga:   Dua Residivis Curanmor Dihadiahi Timah Panas

Baik terkait motif pelaku serta kejadian yang sebenarnya. “Kita masih melakukan pengembangan, soal motif kejahatan. Apakah memang murni penjambretan atau ada motif lain,” katanya.

Ino juga membenarkan jika barang berharga korban tidak ada yag hilang. Anggotanya juga telah meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian termasuk suami korban.

Namun, dia belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut lantaran kasus tersebut masih dalam penyelidikan. “Sekarang masih dalam penyelidikan anggota, kita tunggu saja nanti hasilnya seperti apa,” tandasnya. (Ega/yud)




  • Bagikan