Baru Sebagian Hotel di Lampung yang Miliki Sertifikat CHSE

  • Bagikan
shutterstock

RADARLAMPUNG.CO.ID – BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung mencatat 24 hotel berbintang di Lampung sudah berhasil mendapat sertifikat CHSE, yakni jaminan Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Hal itu sesuai dengan aturan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat di dunia kepariwisataan termasuk hotel dan restoran.


Sekretaris BPD PHRI Lampung Friandi Irawan mengatakan, pada semester 2 di tahun 2020, Lampung berada pada 3 besar nasional akupansi tertinggi setelah Jogja dan Malang.

“Artinya Lampung tentu miliki potensi, hanya tinggal bagaimana memanfaatkan potensi ini dengan sadar, dan tetap menjalankan kebiasaan protokol kesehatan sebagai hal yang wajib,” ujarnya.

Baca Juga:   Sambut Insentif PPnBM, PLN Siapkan Infrastruktur hingga Diskon Tarif Isi Daya Mobil Listrik

Saat ini, lanjutnya, hotel lainnya juga di Lampung tengah berupaya memiliki sertifikat CHSE. Sebab, kedepan hotel maupun restoran dan komponen lainnya harus miliki sertifikat CHSE.

“Harus semua. Kalau hotel lainnya, ada yang masih menunggu jadwal monitor, ada juga yang menunggu lulus atau tidaknya. Tapi yang pasti semua punya antusias untuk meraih sertifikat ini. Karena ini tidak main-main,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, PHRI pusat juga saat ini tengah mengkaji terkait aturan untuk pengaplikasian hasil karya tim Universitas Gajah Mada (UGM) yaitu alat pendeteksi virus Covid-19 GeNose dengan ketepatan hingga 92,5 persen. Dengan adanya alat tersebut, tentunya bisa sebagai solusi untuk kembali menumbuhkan bisnis perhotelan, industri pariwisata sampai industri jasa pernikahan.

Baca Juga:   Bank bjb Dukung Program Beli Bali untuk Bangkitkan UMKM

“Kami berharap, pemerintah mau memberikan subsidi 50 persen untuk pembelian alatnya. Harga alat tersebut mencapai Rp62 juta. Sehingga, pihak pengusaha hotel juga berinvestasi 50 persen,” ucapnya. (rur/sur)




  • Bagikan