Basarnas Lampung Terus Cari KM EMJ Tujuh yang Hilang Kontak

  • Bagikan
Basarnas Lampung melakukan pencarian terhadap kapal yang hilang kontak saat berlayar dari TPI Lempasing Pesawaran menuju pulau Enggano. Foto dok Basarnas Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID– Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian KM EMJ Tujuh yang dilaporkan hilang kontak (lost contact).

Kronologis kejadian berawal dari KM EMJ Tujuh berangkat untuk mencari ikan dengan ABK 20 orang pada Rabu (11/08). Kapal ini berangkat pukul 08.30 WIB dari TPI Lempasing Pesawaran menuju pulau Enggano. Selain kapal ini berangkat juga dari Lempasing KM Mayo Jaya dengan rute yang sama menuju pulau Enggano, namun hanya KM EMJ Tujuh yang tidak sampai di Enggano.


Pada Kamis (12/8) pukul 13.21 WIB KM EMJ Tujuh mulai hilang dari Vessel Monitoring System (VMS) atau dinyatakan hilang kontak. Sejak dinyatakan hilang kontak pemilik kapal KM EMJ Tujuh sudah melakukan upaya pencarian dengan mengerahkan dua kapal lain miliknya. Namun hasilnya masih nihil. Sehingga pada Senin (16/8) pemilik kapal melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Basarnas.

Baca Juga:   22 Ribu Guru di Lampung Telah Divaksinasi

Kepala Kantor SAR Lampung, Jumaril S.E.,M.M., menjelaskan upaya Basarnas Kantor SAR Lampung dalam melakukan pencarian terhadap KM EMJ Tujuh.

“Kita kerahkan juga KN SAR Basudewa untuk berupaya membantu melakukan pencarian.” Ujar Jumaril. Namun dalam pencarian tersebut, faktor gelombang yang tinggi di perairan sebelah barat Lampung menjadi kendala yang cukup berarti. Ketinggian gelombang di perairan sebelah barat Lampung hingga samudra Hindia berkisar antara 4 meter sampai 6 meter,” katanya.

Basarnas lanjut Jumaril, juga berkoordinasi dengan VTS Panjang untuk menyebarkan informasi terkait insiden tersebut melalui e-broadcast oleh Kantor Pusat Basarnas kepada kapal-kapal yang melintas di perairan.

Selain itu,  interval waktu dari waktu kejadian yaitu dari tanggal 11 Agustus hingga dilaporkan ke Basarnas tanggal 16 Agustus sudah cukup lama. Sehingga diperkirakan pergeseran kapal ini dengan arah dan kecepatan arus itu sudah sangat jauh menjauhi pulau Sumatera karena arus laut menuju ke Samudera Hindia.

Baca Juga:   Rush Pecah Ban di JTTS, 3 Penumpang Tewas 6 Luka-luka

“Sehingga alat utama (alut) kita sangat sulit untuk menjangkau lokasi prediksi posisi kapal tersebut yg ditunjukkan oleh SARMap prediction, karena search area-nya menjadi semakin luas dan jauh ke arah samudera Hindia,” katanya.

Basarnas juga bekerja sama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerbangkan pesawat surveylance milik KKP. Pencarian udara itu menyisir wilayah hingga pulau Enggano. “Mudah mudahan dengan survei udara ini memudahkan kita untuk mendeteksi keberadaan kapal tersebut,” katanya. (rls/wdi)




  • Bagikan