Bawa Rp112 Juta, Bos Karet Ditodong Rampok Berpistol

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Aksi percobaan perampokan menimpa bos karet di Waykanan sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu (6/6).

Udin (45) warga Kampung Gunung Sangkaran Kecamatan Blambangan Umpu,  Waykanan dan Sutris (35) sopirnya, ditodong empat pria menggunakan senjata api jenis pistol.

Beruntung, korban yang baru mencairkan uang dari salah satu bank di Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan sebesar Rp112 juta berhasil melawan dan kabur setelah tancap gas.

Dikonfirmasi wartawan, Udin mengatakan siang itu dia baru mencairkan uang penjualan karet dengan cek dari PT Mardek Siger Waykanan di Martapura Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Sumsel. Awalnya akan cairkan cek sebesar Rp200 juta di Martapura, tapi karena hanya ada Rp112 juta, maka mereka membawa pulang Rp112 juta.

Baca Juga:   Advokat David dan Klien yang Divonis 2,5 Tahun Ajukan Banding, Ini Penjelasan Kuasa Hukumnya

“Saat sampai di Jalan Lintas Sumatera di Kampung Gunung Sangkaran lebih kurang 1 km dari rumah saya, ada empat orang mengendarai motor memepet dan menodong pistol. Saya reflek menangkis dan berteriak minta tolong. Supir saya lalu tancap gas dan kami berhasil kabur,” ungkapnya, Rabu (6/6).

Keterangan Udin dibenarkan oleh Sutris , supir Udin. Menurut Sutris walaupun empat orang pelaku sama sekali tidak menggunakan penutup muka akan tetapi  tak satu pun ia kenal.

“Saya lihat Batin (Udin, Red) ditodong pistol saya gugup. Eh ternyata saya juga ditodong pistol. Untungnya waktu Batin Udin berontak saya sempat menginjak gas secara spontan sehingga mobil terlonjak dan perampok berpistol itu kabur,” kata Sutris.

Baca Juga:   Delapan Reklame Ditempel Stiker Tak Bayar Pajak dan Terancam Ditebang

Terpisah Kapolsek Blambangan Umpu Kompol Hi. Feri Anda Eka Putra SH,  mendampingi Kapolres Waykanan AKBP, Doni Wahyudi SIK, menyatakan, sebelum kejadian ini memang pihaknya telah pernah mengumpulkan para cukong karet setempat. Dengan tujuan meminta kepada para cukong agar saat mau mencarikan cek ke bank meminta pengawalan dari kepolisian secara gratis.

“Ini kan mau lebaran, berpijak dari kejaidan tahun-tahun sebelumnya yang kerap ada kejadian. Saya berinisiatif mengumpulkan bos-bos karet , dan meminta mereka meminta pengawalan polisi kalau mau ambil uang ke bank, agar aman,” pungkasnya seraya menambahkan pihaknya sudah melakukan pengejaran dan langsung menggelar razia di jalan yang diperkirkan dilalui oleh empat orang kawanan perampok tersebut. (sah/gus)




  • Bagikan