Bawa Senpi Rakitan, Warga Mesuji Ramai-ramai Sambangi Polres

  • Bagikan
Plh. Kapolres Mesuji AKBP Prianto Teguh Nugroho didampingi Wakapolres Mesuji Kompol Hendriyansyah, Kabag Ops Polres Mesuji Kompol Dwi Santosa, dan Kasubbag Humas IPTU Dwi Cahyono, menunjukkan barang bukti kepada wartawan saat konferensi pers Operasi Sikat Krakatau 2019 di Mapolres setempat Rabu (24/7). FOTO IST. FOR RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG CO.ID – Kesadaran masyarakat Mesuji tentang larangan menyimpan senpi mulai tumbuh. Selama 14 hari, terhitung dari 5 Juli hingga 18 Juli 2019 Polres Mesuji menerima sebanyak 58 pucuk senpi rakitan, beserta 7 amunisi aktif.

Senpi rakitan tersebut diserahkan secara sukarela oleh masyarakat ke Polres Mesuji selama Operasi Sikat Krakatau 2019. Ya, puluhan masyarakat setempat atau juga diwakili kades membawa senpi ke Polres Mesuji untuk diserahkan secara sukarela.

“Untuk senjata api, dari hasil kesadaran masyarakat Mesuji yang diserahkan sukarela sebanyak 58 pucuk, beserta 7 amunisi aktif,” kata Plh. Kapolres Mesuji AKBP Prianto Teguh Nugroho didampingi Wakapolres Mesuji Kompol Hendriyansyah, Kabag Ops Polres Mesuji Kompol Dwi Santosa, dan Kasubbag Humas IPTU Dwi Cahyono, kepada wartawan saat konferensi pers Operasi Sikat Krakatau 2019 di Mapolres setempat, Rabu(24/7).

Dia menjelaskan, 58 pucuk senjata api rakitan yang diterima pihaknya itu berasal dari sejumlah warga Mesuji yang dititipkan melalui kepala desanya.

Berkat kesadaran itu, Kapolres menyatakan terima kasih kepada masyarakat Mesuji yang membantu kepolisian ikut memelihara keamanan dan ketertiban.

“Saya ucapkan terima kasih buat masyarakat Mesuji yang ikut membantu agar suasana tetap kondusif. Kita tegaskan, bagi warga yang menyerakan senpi dengan suka rela akan kami lindungi/tidak kena sanksi hukum, sedangkan bagi yang tidak menyerahkan kami tidak segan-segan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku UU Darurat No 12 tahun 1951 tentang senjata api dan bahan peledak,” tegasnya.

Selain itu, Kapolres juga menyebutkan, hasil operasi Sikat Krakatau 2019 selama 14 hari yang digelar juga menyasar tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

“Kami berhasil ungkap kasus TO Curas sebanyak 1 orang dan non TO Curat serta Curanmor sebanyak 4 orang,” bebernya. (muk/sur)




  • Bagikan