Bawaslu Bandarlampung Beri Catatan, Banyak Masyarakat Kota Enggan Memilih

  • Bagikan
Ketua Bawaslu Kota Bandarlampung Candrawansyah. Foto ist

RADARLAMPUNG.CO.ID-Bawaslu memberikan catatan dan evaluasi pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 melalui berbagai aspek yang berdasarkan hasil laporan Pengawas di TPS melalui Sistem Pengawasan Pemilu (Siwaslu).

Awal dari sisi pandemik yang membuat adanya protocol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran covid-19 cukup baik. Kemudian, dari sisi penyelenggaraan di situasi pandemik masih sama dengan masalah yang biasa terjadi dalam pilkada sebelumnya. Seperti masalah daftar pemilih tetap (DPT) yang tidak ditempel atau perlakuan petugas yang berbeda terhadap kasus yang sama. Perlu diketahui, hingga Kamis (10/12) pukul 12.00 WIB, sebanyak 211.546 dari 298.939 pengawas TPS (71 persen) telah mengirimkan laporan hasil pengawasannya melalu sistem informasi.


Untuk di Bandarlampung sendiri, masih keterkaitan masyarakat yang tidak bisa menyalurkan hak suaranya lantaran tidak mendapatkan undangan memilih. Bawaslu Kota Bandarlampung bakal melakukan evaluasi terkait pelaksanaan pilwakot 9 Desember 2020. Salahasatunya terkait pemilih yang belum menyalurkan hak suaranya karena ragu.

Ketua Bawaslu Kota Bandarlampung, Candrawansyah mengatakan, evaluasi bakal lebih condong kepada daftar pemilih. Di mana, kata dia, banyak masyarakat yang tidak terdata ketika coklit oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Monev yang dilakukan Panwasca, pada 7 Desember 2020, tercatat 638.084 surat pemberitahuan telah diterima PPK di 20 kecamatan berdasarkan berita acara KPU. Namun, masih ada 9.994 surat pemberitahuan yang belum terdistribusikan. Artinya, yang terdistribusi hanya 628.090. “Sebab banyak masyarakat yang menginformasikan kepada saya kalau tidak ada dalam DPT sehingga ada keengganan dalam menyalurkan haknya,”kata dia

Candra bilang, tentunya akan dilakukan evaluasi bersama KPU setempat dan menjadi catatan ke depannya. Sebab hal ini berkaitan dengan tingat partisipasi pemilih pilkada di tengah pandemi. Berdasarkan hasil quick Count di pilkada juga, Bandarlampung tidak memenuhi target nasonal 77,5 persen partisipasi pemilih.  “Ini menjadi catatan kita bersama, baik penyelenggara maupun masyarakat karena ada peran besar masyarakat di Pemutakhiran daftar pemilih,” jelansya. (abd/wdi)




  • Bagikan