Bawaslu Lampung Beberkan Pelanggaran Pemilu Selama 2018

  • Bagikan
Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah. Foto Rima/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Pemilu yang jujur dan adil untuk menghasilkan demokrasi yang berkualitas masih jauh dari harapan. Pasalnya, Bawaslu Lampung sendiri masih banyak menemukan sejumlah kasus pelanggaran baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota selama masa kampanye Pileg dan Pilpres 2019.

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah menyatakan telah menangani sejumlah kasus baik dari laporan maupun temuan Panwaslu. “Jumlah total kasus mulai dari laporan ada 5 kasus, temuan 15 kasus dan seluruhnya sudah diregistrasi,” kata Khoir sapaanya melalui sambung ponsel, Rabu (9/1).

Dijelaskannya, dari temuan dan pelanggaran tersebut menghasilkan pelanggaran administrasi, pidana pemilu, ketidak netralan ASN. Dari data yang diterima radarlampung.co.id, penanganan kasus pelanggaran administrasi ada 2 kasus ini merupakan catatan Bawaslu Lampung Barat.

“Untuk pidana pemilunya, ini ada 9 kasus namun hasilnya seluruh kasus tidak terbukti. Kemudian ada ketidak netralan ASN ini ada 4 kasus ada di Pesisir Barat, Bandarlampung, Lampung Timur, dan Mesuji,” jelas Khoir.

Sementara di Provinsi ada penanganan pidaana pemilu 1 laporan yang akhirnya diputuskan tidak terbukti. Sementara ada pula pelanggaran pemilu yang berbentuk pelanggaran administrasi.

Di mana, Bawaslu Lampung mencatat se-Lampung ada 4 pelanggaran administrasi. Dan 3 di antaranya berhasil diputuskan terbukti dan peserta pemilu mendapatkan sanksi yang diberikan dari Bawaslu.

“Kalau untuk penanganan kasus administrasi oleh Bawaslu kabupaten/kota ada 14 kasus yang berhasil diregistrasi. Seluruhnya pelanggaran administrasi yang menghasilkan 10 pelanggaran dinyatakan terbukti, sementara sisanya tidak,” tandasnya. (rma/kyd)




  • Bagikan