Bawaslu Lampung Dituding Masuk Angin, Pendemo Gelar Aksi Kerokan

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Selain meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut aliran dana dari paslon calon nomor tiga. Massa pun minta KPK mengaudit dana Bawaslu dan Panwaslu di 15 kabupaten/kota.

Kordinator aksi, Rustam Efendi menyebut Bawaslu Provinsi Lampung dan Panwas di 15 kabupaten/kota lambat dalam memproses terkait dugaan money politik yang dilakukan oleh salah satu paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung.

“Bawaslu seperti masuk angin dalam memproses dugaan money politik, padahal sudah ada laporan dari warga adanya politik uang yang di lakukan paslon nomor tiga,” ujarnya, Selasa, (3/7).

Dia pun mendukung Kapolda Lampung Irjen Suntana menuntaskan pelanggaran Pilgub 2018 salah satunya money politik secara terstruktur dan masif.

Baca Juga:   Ratusan Nakes di Lambar Terkonfirmasi Covid-19

“Kami minta DKPP RI memberikan sanksi tegas kepada Bawaslu Lampung Yang tidak berani mengambil keputusan sesuai perintah UU No 1 tahun 2014 tentang Pilgub berupa sanksi pembatalan paslon,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kantor Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung di Jalan P Marotai, Kelurahan Jagabaya, Kecamatan Way Halim, Bandarlampung, kembali di geruduk puluhan massa aksi, Selasa, (3/7), sekitar pukul 10.30 wib

Namun kali ini massa aksi yang mengaku bukan dari peserta Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung 2018. Massa yang mengatas namakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Demokrasi (AMPD) Provinsi Lampung. (ndi/ang)




  • Bagikan