Bayar Rp10 Ribu, Makan Jeruk Sepuasnya di Batanghari Ogan

  • Bagikan
Agrowisata jeruk di Desa Batanghari Ogan, Kecamatan Tegineneng mulai diminati masyarakat. FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID  
Agrowisata jeruk di Desa Batanghari Ogan, Kecamatan Tegineneng mulai diminati masyarakat. FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID  

radarlampung.co.id – One village one destination yang digagas Pemkab Pesawaran mendapat dukungan dari desa-desa di kabupaten itu. Salah satunya Desa Batanghari Ogan, Kecamatan Tegineneng yang saat ini memiliki destinasi wisata berupa agrowisata kebun jeruk

Wisata kebun jeruk ini dibuka sejak satu tahun lalu. Tidak hanya dari Pesawaran, pengunjung juga berasal dari daerah lain, seperti Metro, Pringsewu, dan lainnya. ”Meskipun baru, namun sudah banyak pengunjung yang datang ke kebun jeruk kita,” kata Kepala Desa Batanghari Ogan Indra Gunawan didampingi Sekretaris Desa Tio, Selasa (23/7).

Pengunjung cukup membayar Rp10 ribu dan dapat merasakan sensasi memetik jeruk langsung dari pohonnya. ”Bayar Rp10 ribu, bisa makan sepuasnya. Kalau mau dibawa pulang, per kilo dihargai Rp10 ribu,” urainya.

Baca Juga:   Hendak Panen Cabe, Temukan Mayat di Pinggir Jalan

Sayangnya, akses menuju kebun jeruk ini masih berupa onderlagh. Karena itu, Indra berharap pemkab bisa meningkatkan jalan tersebut menjadi hotmix. Kemudian, memberikan bantuan peralatan untuk mencukupi kebutuhan air di perkebunan jeruk.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Pesawaran Anca Martha Utama mengatakan, desa dapat segera mengusulkan bantuan alsintan pada APBD 2020.  “Segera usulkan ke pak Bupati melalui Dinas Pertanian untuk bantuan dukungan sumber air,” kata Anca. (ozi/ais)




  • Bagikan