BBPOM Masih Temukan Produk Rusak Terjual di Supermarket

  • Bagikan
Tim satgas pangan saat melakukan pembinaan di supermarket, Selasa (12/2). FOTO PRIMA IP/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung bersama perwakilan Balai Besar Pangawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandarlampung melakukan pembinaan makanan di supermarket.

Sidak pangan ini menyisir makanan cepat saji yang barada di rak-rak makanan, dan lokasi food court di supermarket yang terletak di Jl. Teuku Umar. Salah satunya Chandra Mall Boemi Kedaton.


Menurut Kepala Dinas Ketahan Pangan Kota Bandarlampung Kadek Sumarta, kegiatan ini dilakukan guna menjaga kesehatan masyarakat kota Bandarlampung yang ingin mengkonsumsi atau membeli makanan cepat saji.

“Kita akan lakukan sidak pangan ini rutin, sebulan pasti akan ada kegiatan sidak, guna memberikan pembinaan kepada para pelaku usaha,” ujarnya di sela melakukan sidak.

Baca Juga:   Dishub Kejar Realisasi Pemindahan Gedung KIR

Lebih lanjut Kadek menuturkan, dalam sidak tim menemukan beberapa hal yang harus dibenahi pihak supermarket. Baik mengenai nomor kemasan hingga sertifikasi logo BPOM. “Kita juga kontrol tempat penyimpanan makanan yang harus sesuai standar dan aturan,” ucapnya.

Ia berharap kedepannya pihak supermarket dapat memperbaiki secepatnya hasil temuan. Selain itu, beberapa barang returan harus dikirim ke pihak BPOM agar diperiksa lebih lanjut.

“Ada beberapa produk nomor Industri Rumah Tangga (IRT, Red) tidak sesuai dengan dinas terkait, dan kami suruh pulangkan produk tersebut ke produsen agar mengurus kembali IRT-nya sebulm diedarkan,” katanya.

Semetara, Kepala Toko Supermarket bersangkutan Ardiansyah mengatakan pihaknya akan mengurus semua  temuan pihak Dinas dan Badan terkait. Hal itu tidak lain demi kepentingan bersama. Sehingga kedepanya dapat makin melindungi serta menjaga konsumen.

Baca Juga:   Ditanya Pemberhentian Kepala Diskes, Begini Tanggapan Plh. Sekkot

“Kami akan segera memperbaiki kemasan barang, kerusakan barang, pajangan yang tidak layak, dan proses pengolahan barang, serta perizinanya,” katanya. (pip/sur) 




  • Bagikan