Bebas, Babeh Sujud Syukur dan Teriakkan Takbir

  • Bagikan
Foto Syaiful Mahrum/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – “Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!” pekik Hendra Priharto alias Babeh (45) selepas bebas dari Lapas Kelas II B Gunungsugih, Lampung Tengah, Senin (16/8). Babeh keluar dari lapas sekitar pukul 10.30 WIB.

Babeh yang dikawal Densus 88 Antiteror sempat bersujud syukur di depan lapas. Ditanya sudah ikrar NKRI, Babeh menjawab: Serahkan kepada Rasul dan Allah SWT.


“Jalani saja sesuai kehendak Allah,” tegasnya sambil mengacungkan satu jari sebagai simbol salam tauhid.

Babeh pulang diantar Densus 88 mengendarai mobil Toyota Avanza BE 1412 AR.

Sebelumnya diberitakan, satu terpidana teroris yang mendekam di Lapas Kelas II Gunungsugih, Lampung Tengah, akan menghirup udara bebas. Hendra Priharto alias Babeh (45) yang divonis 3 tahun akan menghirup udara bebas sebelum Hari Kemerdekaan RI, tepatnya 16 Agustus 2021.

Baca Juga:   CSR Bank Lampung, Dua Unit Ambulans Diserahkan ke Pemkab Lamteng

Hal itu dibenarkan¬†Humas PN Kelas II B Gunungsugih Juna. “Satu orang yang bebas atas nama Hendra Priharto alias Bebas. Kebetulan saya pamongnya di lapas. Dari laporan, terdakwa ditahan sejak 16 Agustus 2018. Divonis PN Jakarta Selatan 3 tahun penjara. Bebas 16 Agustus 2021 ini,” katanya.

Juna menyatakan, terdakwa belum mau menyatakan NKRI. “Belum mau NKRI. Keyakinannya cukup kuat. Tapi katanya setelah bebas ingin kembali kumpul dengan keluarganya di Pulau Jawa,” ungkapnya.

Diketahui, dua terpidana teroris di Lapas Kelas IIB Gunungsugih terus dilakukan upaya assesment agar kembali ke NKRI. Hal ini diungkapkan Kalapas Kelas IIB Gunungsugih Denial Arif.

“Kita terus lakukan upaya assesment agar kembali ke NKRI. Kita bentuk pamong menampung curhat sekaligus melihat perubahan perilaku dua terpidana teroris. Assesment juga dilakukan BNPT. Juga dalam pemantauan Densus 88 dan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham,” kata Denial. (sya/sur)




  • Bagikan