Begini Kronologis Diamankannya Pelaku Perampokan yang Tewaskan Karyawati BRI Link


Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung Kombes Pol Reynold E Hutagalung menunjukan barang bukti pelaku perampokan yang menewaskan Leli Agustin (20) karyawai Agen BRI Link, Desa Tambah Subur, Kec. Way Bungur, Lampung Timur di RS bhayangkara, Rajabasa, Bandarlampung. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung Kombes Pol Reynold E Hutagalung menunjukan barang bukti pelaku perampokan yang menewaskan Leli Agustin (20) karyawai Agen BRI Link, Desa Tambah Subur, Kec. Way Bungur, Lampung Timur di RS bhayangkara, Rajabasa, Bandarlampung. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Andrian alias Rian (37) warga Desa Pemetung Basuki, Kec. BP Peliung, Kab. OKU Timur, Sumatera Selatan, pelaku perampokan yang menewaskan Leli Agustin (20) karyawai Agen BRI Link, Desa Tambah Subur, Kec. Way Bungur, Lampung Timur, terpaksa ditembak mati petugas gabungan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung Kombes Pol Reynold E Hutagalung menjelaskan, petugas gabungan berhasil melumpuhkan Andrian alias Rian berkat olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak tiga kali.





“Untuk pertama kali di TKP kejadian di Waybungur tepatnya di Konter BRI Link. Di sana kami mengerahkan seluruh personel Inafis, baik dari Polres Lamtim dan Polda. Di sana ditemukan selongsong peluru dan sendal jepit warna hijau sebelah kiri,” katanya, Minggu (30/1).

Lalu setelah mendapatkan petunjuk, tim gabungan pun menemukan lokasi TKP kedua. Tepatnya di sebuah rumah (diduga tempat persembunyiannya) di Tegal Ombu, Lamtim. Di lokasi ini, didapati korelasi barang bukti yang ditemukan di TKP pertama.

“Di TKP kedua ini kami menemukan barang bukti berupa sendal jepit sebelah kanan warna hijau sudah diselimuti lumpur. Pun beberapa proyektil peluru dan sebuah helm yang diduga kuat digunakan oleh pelaku,” kata dia.

Dan TKP ketiga, tepatnya pada 29 Januari 2022 sekira pukul 17.00 WIB, merupakan kediaman pelaku, di Kec. Buai Pemuka Beliung, Kab. OKU Timur, Sumsel.

“Sebelum kami melakukan penindakan, kami berkoordinasi dulu dengan tokoh pemuka dan tokoh agama setempat. Namun dari target pun memang melakukan serangan awal, yakni diawali baku tembak. Pelaku ini tidak bisa dikatakan sembarangan (melancarkan serangan) terdengar begitu banyaknya suara letusan (senjata api) terdengar sehingga membuat anggota bersikap dan memberikan tindakan tegas terukur,” jelasnya.

Setelah itu, pelaku pun langsung tersungkur di kamarnya. Tim gabungan tak hanya melakukan pengamanan terhadap pelaku saja, namun ada tiga pelaku lainnya yang ditindak.

“Kami berhasil menindak pelaku berinisial A, AN, dan Ar alias R di kamar rumahnya yang berada di Kec. Buai Pemuka Peliung, dengan dilakukan tegas terukur didapat di sana, tiga senpi rakitan dengan beberapa peluru amunisi yang berada di dalam keadaan selongsong digunakan 10 biji dan 7 amunisi aktif dan juga tiga orang kita amankan di sana berinisial F, R dan B,” ungkapnya. (ang/sur)