Begini Penampakan Buaya yang Teror Warga

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Perburuan penduduk Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran, Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur terhadap buaya yang meresahan warga akhirnya membuahkan hasil.

Buaya sepanjang empat meter itu akhirnya ditembak mati polisi saat muncul ke permukaan. Sebelumnya, aparat polisi dibantu warga berhasil menemukan jasad Andi Aso Erang,36, yang diduga diserang buaya dengan kondisi tidak utuh di Sungai Kebuhayan.

Korban yang warga Desa Marukangan, Kutim ini ditemukan tewas mengapung di sungai Kamis (1/3) sekitar pukul 03.00 Wita. Jasad itu ditemukan tanpa kaki sebelah kiri dan tangan kiri.

Sekitar 30 menit kemudian, tidak jauh dari lokasi penemuan jasad korban, tim gabungan pencarian menemukan seekor buaya yang diduga telah menerkam korban. Brigpol Eko Supraptono langsung menembak buaya tersebut sebanyak lima kali hingga buaya tersebut mati.

Baca Juga:   Tujuh Daerah di Lampung Ini Berstatus Zona Merah Covid-19

Sekitar pukul 06.00 Wita, buaya dievakuasi dari sungai menuju kebun dekat rumah orangtua korban. Selanjutnya, dilakukan pembedahan. Saat dibedah, ditemukan potongan kaki kiri dan tangan kiri korban di perut buaya tersebut.

Buaya pemangsa manusia saat dievakuasi ke pinggir sungai Kebuhayan Kutim. Foto Istimewa
Buaya pemangsa manusia saat dievakuasi ke pinggir sungai Kebuhayan Kutim. Foto Istimewa

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan menjelaskan, kejadian buaya memangsa manusia itu diperkirakan terjadi pada 27 Februari sekitar pukul 15.00 Wita.

Teddy menjelaskan, tembak mati dilakukan untuk menghentikan aksi liar buaya. Terlebih, keganasan buaya tersebut sangat meresahkan. Aparat juga merasa terdesak untuk menembak. “Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap para saksi dan pemeriksaan di lokasi kejadian,” jelas Teddy seperti dikutip Kaltim Post (radarlampung.co.id grup).

Sebagai informasi, buaya menyerang manusia di Kutim sudah kerap terjadi. Pada 9 September, seorang ibu rumah tangga, Salabiah, 30, nyaris tewas dimangsa buaya di Sangatta.

Baca Juga:   Sepakat, Akses Menuju Ponpes Daarul Ulum Dibuka, Ini Syaratnya

Dia turun ke jembatan untuk mengambil air untuk wudhu. Kala tangannya menyentuh air, tiba-tiba buaya muncul dari permukaan sungai dan menerkam tangannya. Dia sempat tertarik ke sungai sejauh 3 meter. Namun, berhasil selamat setelah melawan dari serangan.

Adapun kejadian serupa terjadi pada 17 Maret 2017. Seorang warga Desa Singa Geweh, Sangatta Selatan, Arman (57), jadi korban serangan buaya di muara Sungai Sangatta.

Hari itu, sekitar pukul 18.00 Wita, dia tengah mengambil air di sungai menggunakan jeriken 25 liter. Tiba-tiba, muncul seekor buaya yang menyerangnya. Dia berhasil selamat, namun mengalami luka robek di lengan kiri.

(nas/jpg/ang)




  • Bagikan