Begini Penjelasan Anggota Dewan yang Dipolisikan, Sempat Minta Berita Diredam

  • Bagikan

radarlampung.co.id- Anggota DPRD Provinsi Lampung Abdul Haris dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai terlapor terkait perkara kasus dugaan penipuan sebesar Rp3 miliar terhadap korban Eti S., pemilik toko material bangunan Pasifik menyatakan bahwa hutang piutang itu sudah diangsur.

“Ini sudah gua angsur, mobil gua sudah sama dia,” kata dia saat dikonfirmasi radarlampung.co.id, lewat ponselnya, Rabu (18/7).

Abdul Haris juga meminta agar media tidak memuat berita soal ini.

“Sudahlah, yang lain sudah gua tutup agar nggak muat berita ini, tolonglah nanti gua selesaikanlah dinda,” ujarnya saat dikonfirmasi radarlampung.co.id, via ponselnya, Rabu (18/7) malam.

Saat kembali diminta konfirmasinya lebih lanjut, Abdul Haris minta agar berita laporan korban Eti S tersebut jangan dimuat.

Baca Juga:   Bandarlampung Pertahankan Penghargaan KLA Kategori Madya

“Maksudku nggak usah dimuatlah berita itu, media lain sudah gua telepon, katanya sudah oke. Sudahlah nggak usah, lorang ini ngehancurin gualah, nggak usah dibuatlah dinda, bantulah dan tolonglah. Nanti gua bantulah, kirim nomor rekening elo lah,” pintanya.

Namun radarlampung.co.id bergeming tak mengirimkan nomor rekening dan tetap memberitakan sesuai fakta dan asas berimbang sesuai jawaban Abdul Haris berdasarkan konfirmasi soal ini.

Sebelumnya beritakan, seorang anggota DPRD Provinsi Lampung bernisial AH dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umun Polda Lampung. Karena, diduga menipu pemilik toko bangunan yang mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah.

Laporan tersebut berdasarkan nomor LP/1018/VISI/2018/SPKT, Sabtu 14 Juli 2018 atas dugaan penipuan yang dituduhkan ke AH yang berlangsung dari kurun waktu 2013 hingga 2016. (ndi/ang)




  • Bagikan