Bekal Pertahanan Diri, Anggota SatPol PP Tubaba Dilatih Pencak Silat

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Seluruh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol-PP) kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) diharapkan tidak hanya sekadar bertanggung jawab dalam tugas, namun dituntut memiliki keterampilan beladiri. Hal ini penting, sebab dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai penegak peraturan daerah di lapangan, tidak menutup kemungkinan harus berhadapan dengan kondisi yang sulit, bahkan membahayakan.

Kepala SatPol PP Tubaba Rudi Riansyah, SE, MM, menegaskan, sebagai anggota Satpol PP harus siap, apalagi dalam tatanan pemerintah SatPol PP adalah ujung tombak penegakan perda.”Berbagai hal yang terjadi di lapangan harus dihadapinya, meskipun terkadang situasinya rawan dan berbahaya. Makanya, pertahanan diri juga harus punya,”ungkapnya di ruang kerjanya, Senin (29/3).


Untuk mewujudkan itu, dia pun berinisiatif membekali seluruh anggotanya keterampilan beladiri melalui pencak silat Khas Lampung, yang diberinya nama Pencak Silat Nago Besanding.”Latihannya sudah berjalan satu bulan ini, pelaksanaannya seminggu dua kali. Yang jelas, saya tekankan kepada pelatihnya untuk fokus pada seni beladiri melumpuhkan tanpa mencederai, dan juga teknik pengamanan diri pada saat bertugas di lapangan,”terangnya.

Baca Juga:   HUT Ke-76, PMI Bersama Dinkes dan Polres Tubaba Gelar Vaksinasi

Kemampuan dan keterampilan ilmu bela diri tersebut, lanjut Rudi, bukan untuk menjadikan anggota Satpol PP jago dalam berkelahi,  namun untuk mengantisipasi dan menghadapi berbagai hal maupun tantangan dalam tugas.”Jangan sampai saya dengar mereka sok jago di tengah-tengah masyarakat, karena pelatihan ini bukan untuk persiapan mereka berkelahi, tapi untuk membela diri sendiri. Saya tidak  mau anggota saya terdesak atau diserang tapi tidak bisa membela diri,”tandasnya

Selain untuk pertahanan diri anggotanya, latihan pencak silat juga sebagai upaya melestarikan budaya agar tidak punah.”Kita ketahui bersama, pencak silat bukan semata-mata menyangkut gerak tubuh untuk pertahanan diri, namun didalamnya tersirat nilai-nilai seni dan budaya asli Indonesia, termasuk di Tubaba. Dengan pelatihan ini, kami juga berharap akan menjadi salah satu sumbangsih kita dalam melestarikan seni dan budaya,”pungkasnya. (fei/rnn/wdi).




  • Bagikan