Belanja Modal Lamtim Tahun 2022 Lebih Rendah Dari Belanja Transfer

  • Bagikan
Ketua DPRD Lamtim menyerahkan kesepakatan KUA dan PPAS 2022 Kepada Wakil Bupati. Foto Dwi/Radarlampung.co.id
Ketua DPRD Lamtim menyerahkan kesepakatan KUA dan PPAS 2022 Kepada Wakil Bupati. Foto Dwi/Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Legislatif dan eksekutif Kabupaten Lampung Timur menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPAS) tahun 2022, Selasa (16/11).

Kesepakatan itu diputuskan melalui rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Lamtim Ali Johan Arif.


Juru bicara Badan Anggaran DPRD Lamtim Gede Suartiyase menjelaskan, setelah melalui tahap pembahasan pendapatan daerah tahun 2022 diproyeksikan Rp2,214 triliun.

Proyeksi pendapatan itu antara lain bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp220,460 miliar, dana transfer Rp1,868 triliun, dan lain-lain pendapatam yang syah Rp126,080 miliar.

Sedangkan anggaran belanja diproyeksikan Rp2,368 triliun. Proyeksi belanja itu rencananya akan dialokasikan untuk belanja operasional Rp1,686 trililun atau 71,19% dari total belanja, belanja modal atau belanja pembangunan Rp276,939 miliar (11,65%), belanja transfer Rp403,795 miliar (17,01%) dan belanja tak terduga Rp3,6 miliar (1,5 %).

Baca Juga:   Bupati Lamtim Salurkan Bantuan Kepada Warga yang Sakit

Melalui rapat paripurna yang dihadiri Wakil Bupati Lamtim Azwar Hadi itu juga terungkap pada tahun 2022 ada kegiatan yang tidak masuk dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) namun masuk dalam KUA dan PPAS.

Sementara Wakil Bupati Lamtim usai rapat paripurna menyatakan, pengalokasian anggaran itu disesuaikan dengan kondisi keungan daerah. Kemudian terkait tingginya belanja transfer itu antara lain untuk membayar pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPK) yang jumlahnya lebih dari 2.500 orang. (wid/sur)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan