Lambar  

Belasan Gajah Muncul, Rusak Penggilingan Padi dan Lahan di BNS


RADARLAMPUNG.CO.ID – Belasan Ekor gajah yang dikenal sebagai kelompok Bunga dan Kelompok Jambul kembali meneror warga Pemangku Pedukuhan Pekon Gunungratu Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS) sejak beberapa hari lalu.

Kawanan gajah ini sempat masuk ke pemukiman penduduk setempat, pada Sabtu (12/3) dan hingga Minggu (13/3).





Anggota DPRD Lambar asal BNS Sugeng Hari Kinaryo Adi yang turut serta bersama petugas TNBBS, WCS, Mahout dan Satgas Konflik Gajah Pekon Gunungratu melakukan blokade kawanam gajah itu mengungkapkan, dampak dari konflik kali ini sebuah pabrik penggilingan padi milik warga setempat dijebol oleh gajah dan sempat mengacak-acak padi yang ada di dalam pabrik tersebut.

“Selain itu, kawanan gajah ini juga merusak tanaman milik masyarakat seperti pisang dan pepaya, dan hingga hari ini masih berpotensi kembali memasuki permukiman penduduk, ” katanya.

Beberapa waktu lalu, kata Sugeng, pihaknya telah berhasil menggiring kawana gajah tersebut cukup jauh dan mendekati hutan rimba TNBBS sebagai habitat aslinya, namun dalam beberapa hari ini kawanan gajah tersebut kembali turun dan mulai meneror masyarakat.

“Petugas gabungan terus melakukan blockade dan terus dilakukan pemantauan agar kawanan gajah ini tidak benar-benar masuk ke tengah permukiman, yang bisa membahayakan keselamatan masyarakat, ” kata dia.

Upaya penggiringan telah kembali dilakukan namun, kata Sugeng, terdapat kendala logistik dalam hal ini petasan, yang merupakan salah satu alat yang cukup efektif untuk menggiring kawanan gajah tetsebut menjauh dari permukiman dan lahan garapan masyarakat.

“Kami terkendala petasan, sempat kami giring lagi tetapi karena petasan habis jadi kawana gajah ini tidak mau bergerak, sehingga kami berharap kepada pihak-pihak terkait untuk memberikan bantuan petasan, karena dengan suara petasan itu kawanan gajah bisa merasa takut dan berupaya menjauh, ” pungkasnya. (nop/ang)