Belum Ada Peningkatan Penumpang di Terminal Rajabasa


Suasana Terminal Tipe A Rajabasa tampak masih sepi pemudik, Senin (25/4). Foto Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id
Suasana Terminal Tipe A Rajabasa tampak masih sepi pemudik, Senin (25/4). Foto Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Geliat pemudik yang memasuki Terminal Tipe A Rajabasa di H-7 menjelang hari raya Idul Fitri 1443 H masih terpantau sepi.

Dari pantauan Radarlampung.co.id, pada Senin (25/4) siang mengunjungi terminal tipe A tersebut, kendaraan yang masuk terminal masih didominasi bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).





Pos pemantauan pun telah disiapkan, baik itu milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung, maupun dari kepolisian.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Rajabasa Harri Indarto mengatakan, kondisi penumpang di Terminal Rajabasa belum ada peningkatan signifikan, baik AKDP maupun bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Untuk bus AKDP sendiri masih didominasi penumpang lokal, sedangkan penumpang-penumpang dari arah pulau Jawa belum banyak yang masuk terminal tersebut.

“Belum ada lonjakan, mungkin seperti di Merak sudah padet itu masih didominasi kendaraan pribadi, sedangkan untuk kendaraan angkutan umum belum,” ujarnya kepada Radarlampung.co.id, Senin (25/4).

Dirinya pun memperkirakan lonjakan penumpang akan terjadi dari H-4 hingga H-2, mengingat lebaran diperkirakan jatuh pada Senin (2/5).

Sehingga, pihaknya pun telah menyiapkan pos pelayanan di area dalam terminal dan disampingnya menyiapkan pos pelayanan kesehatan yang tenaga kesehatannya dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandarlampung.

“Kita juga sudah siapkan biar teratur, area mengantar penumpang atau area drop zone di pintu keluar Terminal Tipe A ini, jadi nanti penumpang jalan masuk ke area terminal,” tuturnya.

Harri melanjutkan, untuk tugas pihaknya menurutnya adalah melakukan Ramcek (Pemeriksaan fisik dan kelengkapan surat) bus AKAP, sedangkan Bus AKDP Dishub Provinsi Lampung.

Sejak 3 April atau awal Ramadhan, pihaknya telah melakukan ramcek sekitar 200 unit bus AKAP. Ditemukan enam bus AKAP yang diminta melakukan perbaikan.

Adapun yang dilakukan pengecekan selain surat-surat, adalah rem, mesin, wiper, kaca, pemecah kaca darurat, dan lainnya.

“Kalau yang kita temukan enam itu rata-rata seperti wiper yang rusak, lampu yang mati, dan lainnya. Mereka sendiri telah melaporkan kekita terkait perbaikannya agar dapat jalan kembali,” tuturnya. (pip/sur)