Belum Ada Titik Terang, Akses Menuju Ponpes Daarul Ulum Masih Tertutup

  • Bagikan
Akses jalan yang tadinya rumah di Perumnas Pesawaran Residence yang dibeli ponpes untuk jalur menuju pondok pesantren. FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID

Muhammad Ihsan menyebutkan, sebenarnya ada jalan alternatif. Namun akses tersebut jauh dan harus membeli lahan warga. Sebab saat membuka jalan, harus melewati sejumlah bidang tanah.


“Ada di bagian belakang. Tapi aksesnya jauh dan melewati beberapa tanah warga dan harus dibebaskan,” pungkasnya.

Sebelumnya pada 14 November 2020 Radarlampung.co.id sempat mengonfirmasi pihak pengembang Perumnas Pesawaran Residence.

Asisten Manager Perumnas Pesawaran Residence Daeng menyatakan, awalnya Fauzan juga merupakan developer properti. Semua pihak, baik aparatur desa hingga pemerintah daerah sudah mengetahui pokok persoalan yang terjadi.

“Perumnas yang merupakan BUMN tidak akan membangun perumahan jika semua persyaratan dan izin tak lengkap. Perumnas Pesawaran Residence konsepnya kluster. Nah, jika ada pihak yang menerobos pagar dan masuk tanpa izin, tanpa ada etika, tentu itu tidak benar. Pasti kita marah. Kalau dibicarakan baik-baik, pasti ada win-win solusi,” kata Daeng saat itu.

Baca Juga:   Tekab 308 Polres Tanggamus Bergerak, Tangkap Dua Tersangka dan Sita 14 Motor

Menurut dia, pada 6 September lalu, tembok perumnas diduga dirobohkan pihak Fauzan Hasan. Memang, satu unit rumah di komplek perumahan yang berdekatan dengan akses menuju lokasi ponpes telah dihibahkan ke pihak Fauzan. Hanya saja di belakang rumah terdapat tembok perumnas menuju lokasi ponpes.

“Pada 7 September kita laporkan perusakan tembok perumnas ke kepolisian. Sejauh ini masih dalam proses di kepolisian. Kita ingin selesaikan terlebih dahulu persoalan perobohan tembok tersebut. Saat ini tembok yang dirobohkan sudah kita bangun lagi,” tandasnya.




  • Bagikan