Belum Bangun Talut, Hotel Bukit Randu Dilaporkan ke Disperkim dan Dinas PU

  • Bagikan
FOTO ILUSTRASI INTERNET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Hampir memasuki dua pekan, Hotel Bukit Randu belum juga terlihat memenuhi permintaan warga agar segera membangun takut di bagian timur hotel.

Lurah Kebonjeruk Rismeliyar mengatakan, dirinya telah melaporkan pihak manajemen ke Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU), lantaran hingga kini tidak adanya realisasi pembangunan takut.

“Ini karena tidak ada realisasi, jadi sudah saya laporkan ke Disperkim dan Dinas PU. Kalau Disperkim sudah meninjau lokasi. Nah, kalau PU kemungkinan besok (Senin, 2/3),” ungkapnya kepada Radar Lampung, Minggu (1/3).

Dirinya meminta manajemen Hotel Bukit Randu memenuhi hasil pertemuan yang terlah dilaksanakan pada Senin (8/2) lalu. “Mereka harus bertanggung jawab, masak tidak sesuai dengan mediasi,” imbuhnya.

Upaya lain, dirinya mengatakan, pihaknya akan kembali mencoba berkomunikasi dengan pihak manajemen. Baginya, terkait kejadian longsor yang terjadi di lokasi bagian timur Hotel Bukit Randu sudah sepatutnya menjadi tanggung jawab pihak manajemen.

Manager Operasional Hotel Bukit Randu Raban menyetakan, dirinya telah menyampaikan hasil pertemuan kepada General Manager Dewa. Pada, kesempatan itu pihaknya Dewa meminta penawaran kembali, pihaknya akan membuat talut di lokasi tanah hotel.

Baca Juga:   Simak, Ini Daftar Anggota DPRD Bandarlampung yang Walk Out Dari Paripurna

“Bukan tidak jadi (bangun talut, red). Saya saat ini lagi menunggu keputusan dari pimpinan. Kalau soal laporan tujuh hari pasca mediasi sudah disampaikan kepada ketua RT setempat melalui pentugas kami,” katanya.

Tekait hasil mediasi lalu, dirinya keberatan bila disebut sebagai hasil kesepatan, melainkan sembilan poin hasil mediasi tersebut hanyalah sebuah resume yang belum tentuntu direalisasikan.

“Sebenarnya itu bukanlah disepakati. Waktu itukan rapat. Itukan notulen rapatnyalah. Resume. Yang mungkin untuk kita akan diperbaiki,” ujarnya.

Terkait poin-poin hasil mediasi tersebut, pihaknya masih terus dikomunikasikan kepada pimpinan. “Kalau dari atasan kita masih lakukan pengecekan, kebetulan saya juga tidak ada kewenangan, jadi saya komunikasikan dulu,” tandasnya.

Dari sembilan poin hasil mediasi, dirinya menyatakan, beberapa poin yang berkaitan internal manajemen, pihaknya sudah penuhi dan progres. “Kalau dari internal manajemen sudah kita penuhi, seperti adanya pembenahan, pembersihkan, dan pelang larangan buang sampah sembarang lagi progres,” ucapnya.

Baca Juga:   Ayo, Cegah Penyalahgunaan Narkoba dengan Terapkan Nilai-nilai Pancasila

Terkait adanya klaim dari pihak manajemen hotel telah mengutus stafnya menemui warga melalui Ketua RT RT 07 Lk. I Masud. Masud membenarkan bila menang ada staf hotel menemui dirinya.

“Waktu itu, pak Jarwo (Satpam Hotel Bukit Randu, red) bersama pak Dewa meninjau lokasi. Tapi waktu saya mau bicara sama Dewa itu malah dikabur. Nah, kata Jarwo itu, saya diminta ke atas menemui dia. Ya saya engga maulah,” katanya.

Menurutnya, Jarwo pada saat itu menyampaikan kalau Dewa meminta pembangunan takut hanya dilakukan dari dalam halaman hotel. “Dia minta pembangunannya dari dalam. Tapikan saya bilang ke Jarwo, ya boleh-boleh saja, tapikan tidak menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Masud bilang, pembangunan harus dilakukan dari luar pagar hotel, karena lagar hotel telah menggantung. Menjawab alasan manajemen hotel tak akan membangun talut dari luar, lantaran masuk tanah warga, Masud menjamin warga ikhlas bila dibangun talut.

Baca Juga:   TP4D Bandarlampung Kembali Segel Tujuh Tempat Usaha, Tiga di Antaranya Hotel

“Kan sudah saya bilang sama Jarwo, saya yang jamin, kan sudah saya datangkan orangnya (pemilik tanah, red) tidak perlu ada pembebasan lahan. Ini demi keselamatan masyarakat dan warga. Saya menduga itu hanya alasan mereka saja, karema kalau bangunnya dari luar biayanya agak tinggi, makanya mereka ngeles,” bebernya.

Diketahui, pembangunan talut beton oleh Hotel Bukit Randu yang menjadi tuntutan warga Kelurahan Kebonjeruk, Kecamatan, Selasa (18/2) silam belum terlihat progres apapun. Hal itu sangat disayangkan warga.

Ketua RT 07 Lk. I Masud yang kediamannya berada di bagain timur termasuk khawatir dengan longsor yang sewaktu-waktu mengancam keluarganya itu mengaku, pihak manajemen masih belum terlihat akan membangun talut beton tersebut.

Dirinya menyebutkan, pihaknya hanya melihat beberapa tim dari Hotel Bukit Randu yang turun ke lokasi hanya melakukan pembersihan sampah. Itupun hanya dilakukan selama tiga hari, Kamis-Sabtu (20-22/2). (apr/sur)



  • Bagikan