Belum Diresmikan, Pasar Seni PKOR Sudah Dipadati Pemburu Foto


Sejumlah pengunjung berswafoto dengan latarbelakang bangunan baru kekinian di area PKOR Wayhalim, Bandarlampung, Minggu (6/10). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Meski pembangunan Pasar Seni PKOR Wayhalim belum selesai dibangun, namun antusias warga Bandarlampung, khususnya pemburu foto mulai berdatangan.

Salah satu pengunjung, Irma Nanda (26), warga Wayhalim mengatakan, dirinya diajak teman-temannya untuk berswafoto di sana. Ajakan itu datang padanya lantaran temannya tertarik usai melihat hasil jepretan yang tersebar di media sosial.





“Kita liat di Instagram, bagus juga gedungnya warna-warni, ya sekalian sorean main ke sini bareng kawan-kawan. Lumayan juga buat upload,” ungkapnya saat di lokasi, Minggu (6/10).

Selain bangunannya bercorak warna-warni, menurutnya juga unik karena berbentuk segitiga berjajar, bak siger. “Ya secara sekilas bangunan kayak siger. Unik juga segitiga berjajar,” ujarnya.

Dari pantaun, pengunjung ramai berdatangan menjelang sore hari. Berdasarkan informasi dari LPSE pembangunan dimulai sejak 14 Mei 2019, oleh CV Prabu Dzaffira dengan dana bersumber dari APBD 2019 sebesar Rp3,77 miliar.

Plt. Kepala Biro Aset dan Perlengkapan Lampung Medyandra mengatakan, bangunan tersebut merupakan relokasi bangunan Pasar Seni Enggal yang saat ini diperuntukan untuk ruang terbuka hijau.

“Terkait pengelolaan aset kedepannya sepertinya akan dikelola oleh UPTD Dispora yang ada di sana, karena kami bentar lagi akan digabung jadi Bidang Administrasi. Semua pembangunan fisik nantinya akan diserahkan ke satker,” jelasnya saat dihubungi.

Dia bilang, pengerjaan saat ini pihaknya yang menjadi leading sector-nya dalam pembangunan tersebut. Sehingga, dalam waktu dekat pembangunan diyakininya bakal selesai. “Ya tinggal finising-nya lagi itu,” imbuhnya

Di sisi lain, Kepala Bidang Perlengkapan Saprul Alhadi mengatakan, pembangunan gedung ditargetkan rampung akhir tahun 2019. “Pembangunan kalau enggak salah sebanyak 12 unit,” pungkasnya. (apr/sur)