Bentuk Satgas Desa untuk Penanganan Kekerasan Anak dan Perempuan

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Perempuan dan anak merupakan kelompok rentan yang banyak menjadi korban kekerasan dalam berbagai bentuk fisik, psikis, seksual, penelantaran, eksploitasi, dan kekerasan lainnya.

Angka kejadian tindak kekerasan terhadap perempuan selama 2018 yang mengadu langsung ke Damar (drop in), dan penjangkauan kasus (out-reacht) Lembaga Advokasi Perempuan Damar sebanyak 40 kasus.


Angka tersebut, menunjukkan bahwa di Lampung bila dirata-ratakan setiap bulan terjadi 4 kasus kekerasan terhadap perempuan. Maka dibentuklah satgas desa yang memfokuskan untuk meminimalisir kekerasan pada perempuan dan anak di pedesaan.

Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Perempuan Damar Sely Fitriani mengatakan, satgas desa dibentuk untuk menjamin tercapainya tujuan penyelenggaraan layanan pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta untuk meningkatkan kualitas layanan terhadap perempuan dan anak korban.

Baca Juga:   Buru Pembobol Minimarket, Polresta Bandarlampung Bentuk Tim

Lembaga Advokasi Perempuan Damar atas dukungan RutgersWPF Indonesia merasa penting melakukan pembentukan sekaligus pelatihan paralegal bagi anggota Satgas Desa Pencegahan dan Penanganan kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

“Kebutuhan perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan harus mendapatkan perhatian, antara lain penanganan pengaduan, pelayanan kesehatan, bantuan hukum, rehabilitasi sosial, dan reintegrasi sosial,” katanya di Hotel Andalas Bandarlampung, Sabtu (29/12). (mel/sur)




  • Bagikan