Berawal Dari Pesan Empek-empek, Berujung Badik Menghujam Dada

  • Bagikan
Aparat Polsek Banjaragung melakukan identifikasi mayat Andri Gunawan. FOTO DOKUMENTASI POLSEK BANJARAGUNG

RADARLAMPUNG.CO.ID – Enam hari berlalu pasca pembunuhan sadis di Pasar Unit II Tulangbawang, akhirnya aparat kepolisian sektor (Polsek) Banjaragung berhasil mengungkap motif pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Kararudin alias Hasan (53) di Pasar Unit II, Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjaragung, Selasa (27/8) lalu.

Ternyata, warga Kampung Purwajaya, Kecamatan Banjarmargo, Kabupaten Tulangbawang itu melakukan aksinya lantaran dipicu dari persoalan empek-empek.

Kapolsek Banjaragung Kompol Rahmin mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi menerangkan, berdasarkan keterangan dari pelaku Hasan saat itu datang mengendarai sepeda motor Honda beat warna putih milik temannya ke warung pempek milik Yamin yang berada di Pasar Unit II. Pempek tersebut rencananya akan dimakan dan dibawa oleh pelaku ke loket bus.

Sambil menunggu pempek dibungkus, Hasan iseng mengetok dinding pembatas antara warung sate padang dengan warung pempek yang terbuat dari GRS sambil berkata “pempek-pempek woi”.

“Tiba-tiba datanglah korban Andri Gunawan (38) dari dalam warung sate padang dan menghampiri pelaku. Saat itu korban berkata dengan nada keras “kenapa gedor-gedor”, lalu pelaku menjawab “ya gak apa-apa saya sedang bercanda dengan pemilik warung, kenapa kamu yang marah”,” kata Rahmin menirukan percakapan korban dan pelaku, Senin (2/9).

Baca Juga:   Hamdalah, 2.446 Pasien Covid-19 Lamtim Sembuh

Tidak lama, empek-empek pesanan pelaku selesai dibungkus pemilik warung. “Pelaku langsung mengambil dan membayar pempek tersebut. Pelaku lalu berjalan ke arah sepeda motor dan menggantungkan bungkusan pempek tersebut di sebelah kontak sepeda motor,” jelas Kapolsek.

Saat pelaku Hasan akan menghidupkan mesin sepeda motor, korban Andri Gunawan kembali mendatangi pelaku dan langsung mengajak berantem. Saat itu, pelaku hanya diam dan mengambil senjata tajam jenis garpu yang berada di dalam tas miliknya lalu menyelipkannya di celana bagian depan.

Melihat pelaku hanya diam saat diajak berantem, korban langsung menunjuk pelaku dengan menggunakan telunjuknya yang mengenai tangan kiri pelaku.

“Sempat terjadi adu mulut antara pelaku dan korban. Korban sempat berkata “turun kamu dari motor, tujah ini, tujah ini, tujahkan pisau kamu di dada saya ini” sambil korban membuka baju kaosnya. Pelaku lalu turun dari sepeda motornya dan berkata “lawang kamu ini ya, stres”. Setelah itu, korban mundur dan mengambil batu yang berada di dekatnya lalu melemparkan batu tersebut ke arah pelaku sebanyak tiga kali. Hanya satu batu yang mengenai jari manis tangan kiri pelaku yang mengakibatkan bengkak,” ungkap Kompol Rahmin.

Baca Juga:   Ingin Follower Bertambah, Motif Oknum Guru Sebar Hoaks Video Kerusuhan Metro

Mendapatkan perlakuan itu, pelaku langsung mencabut sajam yang sudah diselipkan di celananya dan menusukkannya ke bagian dada kiri korban yang mengakibatkan darah korban menyembur dan mengenai baju serta celana pelaku.

Tidak berhenti di situ, pelaku kemudian menjambak rambut korban dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kiri pelaku menyabetkan sajam miliknya ke arah korban sebanyak dua kali.

“Korban sempat berlindung di balik tiang papan reklame yang ada di pinggir jalan, sedangkan pelaku langsung kabur dengan menggunakan sepeda motornya,” tandasnya.

Sehari setelah itu, tepatnya Rabu (28/8) sekira pukul 14.00 WIB, keluarga Hasan memberitahukan tempat persembunyian pelaku setelah sempat buron satu hari.

“Petugas gabungan dari Polsek dan Tekab 308 Polres menjemput pelaku di Tiyuh Pagar Dewa, Kecamatan Pagardewa, Kabupaten Tulangbawang Barat. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolsek Banjaragung,” tandasnya. (nal/sur) 




  • Bagikan