Berkaca Tahun 2018, Angka Kematian Bayi di Mesuji Gagal Dipangkas

  • Bagikan
Ikatan Bidan Indonesia bersama Dinas Kesehatan menggelar pertemuan teknis tupoksi bidan. FOTO ARDIAN MUKTI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Angka kematian neonatal (AKN) atau angka kematian bayi sebelum berumur satu bulan di Mesuji menjadi warning tersendiri bagi pemerintah setempat. Data berbicara, selama tahun 2018 AKN mengalami peningkatan dibanding tahun 2017.

”Pada tahun 2017 sebanyak 40 bayi neonatal meninggal. Sedangkan tahun 2018 mencapai 50 orang,” kata Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Mesuji Indar Sulistiani, pada saat acara pertemuan teknis tupoksi bidan di aula SMP N 1 Tanjung Raya, Rabu (8/5).


Menurutnya, angka tersebut terbilang tinggi. Terlebih, setiap tahun rata-rata AKN berada di angka tersebut.

Banyak faktor yang mempengaruhi AKN. Seperti afiksi (sesak napas saat lahir), bayi lahir dengan berat badan rendah, serta gizi kurang yang biasanya mulai terjadi sejak masa kehamilan.

Kendati begitu, upaya untuk menekan angka kematian bayi terus dilakukan. Sejauh ini, kata dia, memang untuk bebas dari angka kematian bayi hingga 100 persen belum bisa dilaksanakan.

Disebutkan, salah satu upaya untuk menekan jumlah angka kematian ibu dan bayi seperti dengan adanya program Jampersal (Jaminan persalinan) yang dapat dilayani di seluruh wilayah Mesuji. Pihaknya juga akan melakukan program pencegahan. Baik berupa sosialisasi, koordinasi dengan PKK, meningkatkan peran bidan di setiap puskesmas, hingga menggenjot perbaikan posyandu agar masyarakat tertarik untuk berkunjung.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mesuji Ardi Umum mengungkapkan, peran bidan sangat penting untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Bidan harus memiliki komitmen untuk selalu meningkatkan profesi melayani masyarakat.

Sebagai tenaga kesehatan profesional, lanjut dia, bidan memegang peranan sangat penting dalam melayani hampir semua kelahiran dan pelayanan kesehatan.

Dia berharap para bidan di daerahnya dapat terus meningkatkan komitmen dalam melayani masyarakat dengan baik. Sebab menurutnya bidan sangat diperlukan berada di tengah-tengah masyarakat.

”Keberadaan bidan sangat berperan dalam menyehatkan generasi awal anak dimulai,” kata dia sembari menegaskan profesi bidan merupakan profesi mulia. (muk/sur)




  • Bagikan